IndonesiaBuzz: Surabaya, 6 Oktober 2025 – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau warga segera memperbarui data kependudukan. Pasalnya, data tidak valid berpotensi membuat bantuan sosial (bansos) otomatis dibatalkan.
Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan digitalisasi administrasi kependudukan kini terhubung langsung dengan sistem penyaluran bansos nasional.
“Contohnya Program Keluarga Harapan (PKH), penyaluran didasarkan pada domisili di KTP dan KK. Kalau datanya tidak sesuai, bantuannya bisa langsung dibatalkan,” ujar Eddy kepada wartawan, Minggu (5/10/25).
Menurut Eddy, masih banyak warga yang belum memperbarui alamat meski sudah pindah tempat tinggal. Akibatnya, data bansos menjadi tidak akurat dan berpotensi salah sasaran.
“Kami temukan beberapa data fiktif karena warga tidak memperbarui alamatnya sesuai domisili sekarang,” jelasnya.
Untuk mempermudah warga, pembaruan data bisa dilakukan secara online melalui aplikasi KNG Mobile atau situs resmi Dispendukcapil Surabaya tanpa perlu datang ke kantor.
“Kami harap warga tertib Adminduk. Semua layanan sudah tersedia digital agar mudah dan cepat,” tambahnya.
Langkah percepatan digitalisasi ini diharapkan membuat penyaluran bantuan pemerintah tepat sasaran dan lebih transparan. (Sabrina Fidhi/Koresponden Surabya)







