IndonesiaBuzz: Humaniora – Terong Belanda (Solanum betaceum) atau Tamarillo kian populer sebagai komoditas andalan petani di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Buah eksotis dengan rasa asam segar ini dikenal kaya vitamin A, C, serta antioksidan tinggi seperti antosianin dan karotenoid.
Para petani Dieng membudidayakan Terong Belanda sepanjang tahun dengan kualitas terjaga. Hasil panennya tak hanya dijual sebagai buah segar, tetapi juga diolah menjadi sirup, keripik, hingga dodol, sehingga mampu mendongkrak nilai ekonomi lokal.
“Permintaan pasar cukup tinggi, apalagi saat musim panen. Selain untuk konsumsi langsung, banyak juga pelaku usaha yang mengolahnya jadi produk turunan,” kata salah satu petani di Dieng.
Keunggulan Terong Belanda tak hanya soal rasa. Buah ini dipercaya membantu menjaga daya tahan tubuh, menurunkan tekanan darah, menyehatkan jantung, hingga melawan radikal bebas. Karena rendah kalori dan tinggi serat, buah ini juga digemari kalangan yang menjalani diet.
Dari sisi distribusi, buah ini punya daya tahan baik, bisa bertahan lebih dari 10 hari di suhu ruang dan lebih dari 15 hari di kulkas. Hal ini membuatnya mudah dipasarkan ke berbagai daerah, mulai dari Jawa, Bali, Madura, Kalimantan, hingga Sumatera. Bahkan bibitnya sudah diminati hingga Tangerang.
Dengan manfaat kesehatan yang luar biasa dan potensi ekonomi yang menjanjikan, Terong Belanda Dieng kini bukan hanya buah khas pegunungan, tetapi juga simbol keberlanjutan pertanian lokal sekaligus peluang bisnis yang terus berkembang. (Furkhan W/Koresponden Wonosobo)






