IndonesiaBuzz: Solo, 2 September 2025 – Ketua DPRD Solo, Budi Prasetyo, angkat bicara terkait insiden kebakaran Gedung Sekretariat DPRD (Setwan) Solo yang dibakar sekelompok orang tidak dikenal pada Sabtu (30/8/25) dini hari. Ia menyatakan pembangunan kembali gedung kemungkinan baru bisa dilaksanakan pada 2026, setelah kajian teknis dan pembahasan anggaran rampung.
“Yang jelas tahun ini enggak bisa. Tahun 2026 nanti kita lihat anggarannya,” kata Budi saat ditemui di DPRD Solo, Senin (1/9/25).
Menurutnya, perbaikan tidak bisa dilakukan sekadar rehab biasa karena kondisi bangunan terbakar parah. Untuk itu, kajian tim khusus akan menentukan apakah bangunan perlu dirobohkan total atau tidak.
“Tentunya butuh kajian tim khusus. Nanti kalau sudah jelas akan kita komunikasikan,” ujarnya.
Budi menambahkan pembahasan anggaran pembangunan kembali akan dimasukkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2026 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Saat ini, pihak DPRD masih berkoordinasi dengan Setwan dan Sekretaris Daerah untuk menghitung kerugian yang ditimbulkan.
Ia mengakui sejumlah dokumen penting ikut hangus dalam kebakaran.
“Ya jelas ada, karena pusatnya dokumen itu kan di Setwan. Jadi pasti ada, tetapi ada juga sebagian barang-barang yang tidak terbakar, masih bisa diselamatkan,” katanya.
Meski begitu, Budi menegaskan kegiatan legislatif tidak akan berhenti. Untuk sementara, tiga ruangan kosong di bagian bawah gedung, yakni ruang kepanitiaan, ruang Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), dan ruang transit, akan dipakai untuk administrasi Setwan.
Bahkan, untuk mengakomodasi rapat Panitia Khusus (Pansus) yang mendesak, DPRD akan mengubah garasi di ruang basement menjadi ruang rapat darurat.
“Ruang yang biasanya untuk garasi mobil di basement bisa dipakai untuk ruang rapat Pansus, akan disekat seadanya,” ujar Budi.
Ia memastikan DPRD akan tetap mendukung Setwan agar seluruh rencana kerja berjalan sesuai jadwal meskipun fasilitas terbatas.(red-)







