IndonesiaBuzz: Wonogiri, 29 Juli 2025 – Pemerintah Kabupaten Wonogiri memberikan penghargaan berupa uang pembinaan kepada para atlet dan pelatih yang berhasil menorehkan prestasi pada kompetisi tingkat nasional dan daerah sepanjang tahun 2024. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Wonogiri, Senin (28/7/25).
Atlet peraih medali emas tingkat nasional menerima uang pembinaan sebesar Rp 50 juta, peraih perak Rp 30 juta, dan peraih perunggu Rp 15 juta. Sementara itu, di tingkat daerah, atlet peraih emas memperoleh Rp 1,5 juta, perak Rp 1 juta, dan perunggu Rp 750.000. Pelatih juga mendapatkan apresiasi berupa uang pembinaan sebesar Rp 750.000.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Wonogiri, Haryanto, mengungkapkan selama 2024 tercatat ada tujuh atlet Wonogiri yang berhasil menyumbangkan total 10 medali di tingkat nasional. “Di tingkat nasional, atlet-atlet kita meraih dua emas, tiga perak, dan lima perunggu,” terangnya.
Prestasi tersebut antara lain diraih dalam PON XXI di Aceh, di mana dua atlet Wonogiri menyabet medali perunggu pada cabang olahraga judo dan karate. Sedangkan pada PEPARNAS XVII di Surakarta, lima atlet Wonogiri menyumbangkan dua emas dari cabang tenis meja putri; tiga perak dari tenis meja putra, sepak bola celebral parsy, dan tenping bowling; serta tiga perunggu dari cabang tenis meja putri dan tenis meja putra.
Di tingkat daerah, prestasi juga tak kalah membanggakan. Sebanyak 33 atlet Wonogiri berhasil meraih 26 medali dalam ajang Peparpeda dan POPDA Jateng, terdiri dari tiga emas, 12 perak, dan 11 perunggu.
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar prestasi olahraga dapat terus dipertahankan. “Prestasi tidak hadir dari hal yang instan, tetapi melalui proses panjang dan konsisten. Untuk itu, saya berpesan kepada penerima penghargaan untuk mempertahankan dan meningkatkan agar semakin baik,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan Pemkab akan terus menginventarisasi potensi atlet, pelatih, serta sarana dan prasarana olahraga untuk memaksimalkan peluang prestasi di masa mendatang.
Sementara itu, Sutadi, salah satu atlet difabel cabang tenis meja, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah. “Dengan adanya penghargaan, ini bisa meningkatkan taraf hidup. Yang dulu difabel dipandang sebelah mata, sekarang dipandang setara,” ungkapnya. (Yudi.S/ Koresponden Wonogiri)





