IndonesiaBuzz: Jakarta, 1 Juli 2025 – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pemerintah telah membuka blokir anggaran sebesar Rp134,9 triliun hingga 24 Juni 2025. Pembukaan blokir tersebut dilakukan untuk menyelaraskan belanja negara dengan prioritas pembangunan nasional yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Ini artinya yang tadinya alokasi anggarannya kita kunci, sekarang dibuka. Tidak selalu untuk kegiatan yang sama, tapi disesuaikan sesuai dengan prioritas yang ditetapkan oleh Presiden,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Selasa (1/7).
Langkah ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja kementerian/lembaga (K/L) dan transfer ke daerah (TKD). Kebijakan tersebut dijalankan sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga kualitas belanja dan memperkuat ketahanan fiskal nasional.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa total efisiensi anggaran yang dihasilkan dari Inpres tersebut mencapai Rp306,7 triliun. Angka itu terdiri dari penghematan belanja K/L sebesar Rp256,1 triliun yang mencakup 99 kementerian/lembaga, serta efisiensi transfer ke daerah sebesar Rp50,6 triliun.
Dari total blokir anggaran yang dibuka, sebesar Rp48 triliun berasal dari 23 kementerian/lembaga, sementara Rp86,9 triliun lainnya berasal dari 76 kementerian/lembaga lainnya.
Namun demikian, Sri Mulyani menegaskan bahwa pembukaan blokir anggaran tidak berarti mengembalikan dana ke pos semula. Dana tersebut akan dialokasikan ulang untuk mendukung agenda prioritas nasional, antara lain pembangunan infrastruktur, sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan dan energi, serta program perlindungan sosial.
“Kami meminta seluruh kementerian/lembaga agar melakukan langkah-langkah penghematan dan penyesuaian belanja secara disiplin,” pungkasnya.
Dapatkan breaking news dan pilihan berita terbaik langsung di ponselmu. Akses sekarang di IndonesiaBuzz.com WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VbB0Pi6GpLHNXUg9xv0g







