IndonesiaBuzz: Solo, 17 Juni 2025 – Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengajak para pekerja di Jakarta untuk mencoba konsep remote working atau bekerja jarak jauh dari Kota Solo. Selain menawarkan ketenangan hidup dan biaya hidup yang lebih murah, Solo juga dinilai siap secara infrastruktur untuk mendukung gaya hidup Work From Solo.
Ajakan itu disampaikan Respati seusai menjadi narasumber dalam acara Jakarta Future Festival yang digelar Pemprov DKI Jakarta pada 13–15 Juni 2025. Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan dan arah masa depan perkotaan yang dihadiri berbagai tokoh, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, serta sejumlah wali kota dari berbagai daerah.
Respati menyebut Solo sebagai kota yang cocok untuk mengadopsi gaya hidup slow living, sebuah alternatif hidup yang lebih tenang dan berkesadaran berbanding terbalik dengan dinamika kehidupan kota besar seperti Jakarta.
“Saya yakin warga Jakarta capek dalam rutinitas kerja sehari-hari. Di Solo, hidup lebih tenang, harga terjangkau, lalu lintas tertib, tidak ada suara klakson yang bising cerminan budaya wong Solo. Solo bisa menjadi tempat healing” ujar Respati di Balai Kota Solo, Senin (16/6/2025).
Sebagai bagian dari strategi promosi, Pemkot Solo tengah mengembangkan sport center di pusat kota untuk mengakomodasi tren gaya hidup sehat seperti yoga, pilates, zumba, hingga tenis. Respati menilai fasilitas tersebut akan menjadi daya tarik tambahan, dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan Jakarta.
“Jadi, ajakan kami bukan sekadar untuk liburan, tapi juga untuk bekerja dari Solo. Ekosistemnya mendukung, coworking space dan kedai kopi semakin beragam, dan kami juga akan melibatkan asosiasi penginapan agar ada program khusus untuk para pekerja remote” jelasnya.
Pemkot Solo juga sedang menata sistem parkir dan pemanfaatan bahu jalan guna mendukung ketertiban lingkungan usaha serta menciptakan kawasan kerja yang nyaman dan rapi.
Lebih jauh, Respati mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan dari Jakarta menunjukkan minat untuk memindahkan operasional mereka ke Solo. Alasan utama adalah efisiensi biaya tenaga kerja. Dengan Upah Minimum Kota (UMK) Solo yang lebih rendah dibandingkan UMR Jakarta, perusahaan dapat merekrut lebih banyak tenaga kerja tanpa menambah beban biaya.
Sebagai bentuk promosi budaya, Respati juga mengajukan usulan kepada Pemprov Jakarta untuk membangun “Solo Cultural Corridor” di ibu kota. Instalasi tersebut akan menampilkan kekayaan budaya dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran.
“Kami ingin menghadirkan suasana budaya Solo di tengah Jakarta. Ini menjadi media promosi dan identitas bahwa Solo adalah kota budaya yang layak dikunjungi dan dijadikan tempat berkarya” pungkasnya.






