IndonesiaBuzz: Sragen, 22 April 2025 – Sebuah video yang menampilkan seorang guru menggunting seragam sekolah seorang siswa di SMP PGRI 5 Sukodono, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, viral di media sosial. Pihak sekolah membenarkan insiden tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Kepala SMP PGRI 5 Sukodono, Sutardi, mengonfirmasi bahwa peristiwa dalam video tersebut memang terjadi di sekolah yang ia pimpin. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan menyatakan bahwa tindakan itu telah mendapat persetujuan dari orang tua siswa.
“Tentu sudah tahu apa yang diunggah di medsos, itu di sekolah kami. Saya selaku penanggung jawab sekolah mohon maaf,“ ujar Sutardi saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Selasa (22/4/2025).
Sutardi menjelaskan bahwa pemotongan seragam dilakukan pada Senin, 17 Februari 2025 lalu, usai upacara bendera di halaman sekolah. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan permintaan langsung dari orang tua siswa bersangkutan.
“Pertama membenarkan bahwa video yang diunggah itu di sekolah kami, namun ada beberapa hal yang harus penjenengan ketahui, bahwa kejadian itu sudah meminta izin dan diizinkan orang tua,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa siswa tersebut telah melakukan pelanggaran tata tertib sekolah sebanyak 8 hingga 9 kali, dan pihak sekolah telah beberapa kali memberikan peringatan.
“Jadi bukan kami yang sengaja memotong, tapi sudah komunikasi jauh-jauh hari. Karena mohon maaf, siswa tersebut ada beberapa catatan lebih dari tiga kali pelanggaran. Orang tua sudah memberikan izin dan itu permintaan orang tua,“ katanya.
Adapun seragam yang digunting bukanlah seragam resmi SMP PGRI 5 Sukodono, melainkan seragam dari sekolah lama siswa tersebut, yakni SMP Islam Mondokan, tempat ia bersekolah sebelum pindah.
“Untuk seragam itu bukan seragam SMP PGRI. Anak ini siswa pindahan, jadi seragamnya beda. Beberapa kali diperingatkan dan dilaporkan guru BK karena tetap digunakan meski sudah dilarang,” tutur Sutardi.
Menurut Sutardi, siswa tersebut kerap mengenakan seragam lama dengan alasan “keren” meski telah berulang kali diperingatkan oleh pihak sekolah.
“Seragam itu sudah lama dipakai sejak semester ganjil lalu. Siswa ini sering diperingatkan, sering dipanggil, tapi tetap bandel. Alasan keren saja, karena ada tulisan itu dan sering diingatkan tapi tetap dipakai,“ pungkasnya.





