IndonesiaBuzz: Jakarta, 31 Januari 2025 – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sinyal positif terkait permintaan penambahan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp100 triliun. Program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia ini akan mendapat alokasi anggaran yang lebih besar, yakni Rp171 triliun, naik dari Rp71 triliun sebelumnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam acara BRI Microfinance Outlook 2025 yang berlangsung di Tangerang, Banten, pada Kamis (30/1). Ia menjelaskan bahwa penambahan anggaran ini bertujuan untuk memberikan dampak yang lebih besar, terutama untuk mendukung usaha kecil dan menengah di Indonesia.
“Anggaran program ini akan meningkat dengan harapan dapat mendukung lebih banyak pelaku UMKM dan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Indonesia,” ujar Sri Mulyani.
Untuk mendukung efektivitas penggunaan anggaran, Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah akan mengimplementasikan efisiensi dalam belanja negara di APBN 2025 yang totalnya mencapai Rp3.621,3 triliun. Dengan cara ini, anggaran negara akan difokuskan pada program-program yang langsung memberikan manfaat bagi masyarakat, salah satunya MBG yang menjadi prioritas utama Presiden Prabowo Subianto.
Program MBG sendiri bertujuan untuk memastikan anak-anak Indonesia yang bersekolah mendapatkan asupan gizi yang cukup, agar mereka dapat belajar dengan optimal. “Ini adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan anggaran besar,” tegas Sri Mulyani.
Penambahan anggaran tersebut juga didorong oleh permintaan Presiden Prabowo untuk mempercepat target penerima manfaat MBG. Sebelumnya, target penerima manfaat diharapkan tercapai pada akhir 2025, namun dengan penambahan anggaran ini, diharapkan dapat tercapai pada September 2025.
Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa lembaga keuangan, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), diharapkan dapat memberikan dukungan untuk kelancaran program ini, termasuk melalui akses kredit kepada perusahaan yang terlibat dalam pelaksanaan MBG. Dukungan ini penting agar perusahaan dapat memenuhi kebutuhan modal kerja dan produksi untuk mendukung program tersebut.
“Kami akan terus mendukung, bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan kementerian/lembaga lainnya, untuk memastikan MBG berjalan dengan baik, menciptakan pemerataan, dan tata kelolanya kuat,” tambah Menkeu.







