Indonesiabuzz.com : Magetan, 3 September 2024 – Seorang pria lanjut usia bernama Dimun (77) yang mengalami pikun dan sering keluar rumah tanpa pamit dan memberikan kabar kepada keluarganya, setelah menghilang selam 12 hari kini ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di lahan hutan jati lereng Gunung Bancak, Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (2/9/2024). Kakek Dimun dilaporkan hilang sejak 20 Agustus kemarin.
Kakek yang merupakan warga Desa Giripurno tersebut ditemukan meringkuk di sela-sela pohon jati dengan pakaian lengkap dan sudah mengeluarkan bau busuk.
Pihak keluarga melakukan pencarian selama 12 hari ejak hilangnya sang kakek. Bahkan warga sekitar rumahnya juga turut mencari hingga harus melakukan penyisiran di lereng gunung Bancak.
Pada hari ke-12, seorang pria yang sedang mencari mangga di hutan Gunung Bancak, yaitu beberapa ratus meter dari rumah sang kakek, mencium bau tidak sedap dan mencari sumber bau tak sedap tersebut. Setelah melakukan pencarian asal batu, dirinya mendapati adanya mayat. Pria tersebut langsung menghubungi warga sekitar serta perangkat desa setempat.
Kepala Desa Giripurno, Sigit, memastikan mayat yang ditemukan itu adalah Dimun yang merupakan warganya. Menurutnya, Dimun memang sudah pikun dan hilang selam 12 hari.
“Sudah 12 hari meninggalkan rumah, warga sempat mencari naik meniyisir area Gunung Bancak ini dan tidak ketemu,” katanya.
“Ketika ditemukan, korban kondisinya sudah membusuk, masih pakai baju, kayaknya di situ sedang istirahat karena sarungnya ditemukan di batu sekitar situ,” imbuhnya.
Kapolsek Kawedanan AKP Suparminto membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Pihaknya menerima laporan adanya orang hilang tersebut sejak 25 Agustus 2024 lalu.
“Korban ditemukan warga, sudah dalam kondisi meninggal. Setelah kami periksa, korban ternyata adalah Dimun, 77, warga setempat. Sudah dalam kondisi pikun ya. Sempat dilaporkan hilang pada Polsek Kawedanan pada 25 Agustus 2024,” katanya.
Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap jasad korban di RSUD dr. Sayidiman, Magetan, kemudian jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga. (Puthut-Red)





