IndonesiaBuzz: Politik & Pemerintahan – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju di penghujung masa jabatannya. Namun, langkah ini dipandang lebih bernuansa politik dibandingkan sebagai upaya perbaikan kinerja pemerintahan. Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai bahwa keputusan reshuffle ini lebih terkait dengan dinamika politik menjelang transisi kekuasaan.
Menurut Adi Prayitno, pergantian menteri ini bukan bertujuan untuk meningkatkan kinerja kementerian atau lembaga karena masa jabatan yang tersisa kurang dari tiga bulan.
“Saya kira waktu yang tersisa 2 bulan setengah ini, kan tidak bisa diharapkan untuk memperbaiki kinerja di kementerian yang sudah di-reshuffle kan,” ucap Adi saat menjadi nara sumber dalam program Obrolan Newsroom di Youtube Kompas.com.
Reshuffle ini dianggap sebagai upaya untuk menyelaraskan barisan politik di tengah perbedaan antara pemerintah saat ini dengan partai-partai yang mulai berseberangan dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM), pendukung presiden terpilih, Prabowo Subianto.
Kader-kader partai yang dinilai tidak lagi sejalan dengan Jokowi menjadi target penggantian dalam reshuffle ini.
Diketahui Jokowi melantik beberapa menteri dan wakil menteri, serta tiga kepala badan yang dimana dua di antaranya adalah badan yang baru dibentuk. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/8/2024).
Adapun beberapa nama yang dilantik adalah Supratman Andi Agtas (Menteri Hukum dan HAM), Bahlil Lahadalia (Menteri ESDM), Rosan Perkasa Roeslani (Menteri Investasi), dan Hasan Nasbi (Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan). Selain itu, Taruna Ikrar dan Dadan Hindayana masing-masing dilantik sebagai Kepala BPOM dan Kepala Badan Gizi Nasional.
Langkah reshuffle di akhir masa jabatan Jokowi menunjukkan dinamika politik yang kuat dalam menjaga stabilitas kekuasaan jelang transisi. Dengan pelantikan para pejabat baru ini, arah kebijakan pemerintah kemungkinan akan lebih fokus pada penyesuaian politik ketimbang perbaikan kinerja kementerian. @wara-e






