Indonesiabuzz.com : Lumajang, 1 Mei 2024 – Terjangan banjir lahar Gunung Semeru mengakibatkan putusnya jembatan Mujur di Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Jembatan tersebut mengalami putus di bagian ujung, sehingga mustahil untuk dapat dilalui.
Jembatan sepanjang 50 meter ini menghubungkan 2 kecamatan, yakni Kecamatan Tempeh dan Candipuro. Aktivitas warga pun sangat terganggu dengan kejadian ini.
Karena aktivitas warga yang terganggu, kemudian warga desa Kloposawit berinisiatif untuk membangun jembatan darurat dari bambu sepanjang dua 20 meter agar warga bisa beraktivitas kembali. Karena swadaya, jembatan darurat yang dibuat dari bambu tersebut hanya bisa digunakan untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki.
“Jembatan penghubung Kecamatan Tempeh-Candipuro terputus diterjang banjir sehingga warga berinisiatif untuk membuat jembatan darurat dari bambu,” ujar salah satu warga Desa Kloposawit, Kusnan.
Wargasangat sangat berharap agar jembatan permanen bisa segera dibangun oleh pemerintah agar aktivitas warga kembali normal seperti sediakala.
“Harapan warga agar jembatan permanen segera dibangun sehingga aktifitas warga dan anak anak yang mau ke sekolah kembali normal,” pungkas Kusnan.
Sebagai informasi tambahan, banjir lahar Gunung Semeru terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Kamis (18/4/2024). Kejadian ini juga berbarengan dengan insiden tanah longsor. Dari dua bencana ini, sebanyak tiga orang tewas hingga 19 jembatan rusak diterjang banjir lahar. Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada di level tiga atau siaga. (Puthut-Red)
