IndonesiaBuzz: Internasional – Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menjadi calon presiden petahana, telah menggunakan hak suaranya secara daring dalam pemilihan presiden yang sedang berlangsung di negara tersebut. Menggunakan fasilitas pemungutan suara elektronik dari kantor kepresidenan di Kremlin, Putin diperkirakan akan memenangkan pemilihan ini dengan mudah.
Pada Jumat (15/3) waktu setempat, Kremlin merilis foto-foto dan video yang menunjukkan Putin memberikan suaranya melalui komputer di kantornya, dengan senyuman menghiasi wajahnya saat ia melambaikan tangan ke arah kamera. Monitor di meja kerjanya menampilkan pemberitahuan standar untuk suara yang sukses.
Menurut laporan dari kantor berita TASS, ini bukanlah kali pertama Putin menggunakan sistem pemungutan suara online. Dalam beberapa tahun terakhir, dia telah menggunakan metode ini pada hari pemungutan suara musim gugur. Namun, ini adalah momen pertama di mana sistem pemungutan suara online digunakan secara luas dalam pemilihan presiden di sebagian besar wilayah Rusia.
Pemilihan presiden kali ini berlangsung selama tiga hari, dari 15 Maret hingga 17 Maret, di 11 zona waktu yang berbeda di seluruh Rusia. Empat kandidat bersaing untuk kursi presiden, termasuk Putin sebagai petahana, Vladislav Davankov dari Partai Rakyat Baru, Leonid Slutsky dari Partai Demokrat Liberal Rusia (LDPR), dan Nikolay Kharitonov dari Partai Komunis Federasi Rusia (CPRF).
Dengan penentuan yang kuat, Putin diprediksi akan mengalahkan tiga pesaingnya dengan mudah, memungkinkan masa jabatannya sebagai Presiden Rusia diperpanjang selama enam tahun ke depan. Hingga saat ini, tidak ada kritik yang ditujukan kepada Putin dari para calon lawannya.
Menghadapi masa sulit bagi Rusia, Putin telah menyerukan kepada para pemilihnya untuk terus mendukung kepemimpinannya. Dengan kehadiran dan popularitasnya yang kokoh, Putin siap untuk memimpin Rusia melalui tantangan-tantangan masa depan yang menantang.







