IndonesiaBuzz: Jakarta – Toyota Motor Corporation saat ini tengah menghadapi skandal serius terkait kecurangan dalam sertifikasi mesin, yang berdampak tidak hanya pada kendaraan yang menggunakan mesin tersebut tetapi juga model lainnya. Komite investigasi khusus telah ditugaskan untuk menyelidiki potensi penyimpangan peraturan sertifikasi terkait dengan sertifikasi emisi domestik yang tidak tepat pada mesin forklift dan mesin konstruksi.
Dalam mengatasi situasi ini, Toyota Motor Corporation (Toyota) telah menugaskan Toyota Industries Corporation (TICO) untuk mengembangkan mesin diesel untuk mobil. Hal ini muncul sebagai respons terhadap keseriusan fakta bahwa pelanggaran sertifikasi yang berulang kali terjadi di TICO, menciptakan guncangan dalam fondasi perusahaan sebagai produsen mobil.
Chairman Toyota Motor Corporation (TMC), Akio Toyoda, memberikan permintaan maaf kepada pelanggan dan pemangku kepentingan atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang disebabkan oleh penyimpangan berturut-turut di Hino Motors, Daihatsu, dan Toyota Industries. Toyoda bahkan menunjukkan keseriusan permintaan maafnya dengan menundukkan badan.
“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf terdalam saya kepada pelanggan dan pemangku kepentingan kami atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang disebabkan oleh penyimpangan berturut-turut di Hino Motors, Daihatsu, dan Toyota Industries,” ujar Toyoda.
Wakil Presiden Direktur Bob Azam PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) membuka suara terkait skandal ini. Meskipun Toyota di Indonesia bersikeras bahwa model Toyota Fortuner produksinya tidak terdampak, Bob menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan yang mungkin terganggu oleh berita ini.
“Isu ini berkaitan dengan prosedur sertifikasi di beberapa negara selain Indonesia dan tidak berkaitan maupun mempengaruhi kinerja horsepower, torsi, maupun kinerja mesin lainnya. Isu ini juga tidak berkaitan maupun mempengaruhi keamanan kendaraan serta besaran emisi yang dihasilkan kendaraan. Kami ingin mengonfirmasi bahwa kami yakin bahwa kendaraan-kendaraan kami tidak terdampak dengan isu ini,” jelas Bob.
Meskipun Toyota Indonesia meyakinkan bahwa produksi Fortuner tidak terdampak, permintaan maaf disampaikan sebagai bentuk tanggapan tulus terhadap ketidaknyamanan dan potensi kekhawatiran yang mungkin timbul akibat skandal sertifikasi ini.@cinde







