IndonesiaBuzz: Madiun, 15 Juni 2025 – Suasana malam di Padepokan PSH Winongo Tunas Muda (PSHW TM), Jalan Doho No.123, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, dipenuhi nuansa khidmat dan spiritual.
Sebanyak 220 calon warga dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti ritual keceran, salah satu tahapan sakral menuju pengesahan sebagai warga resmi perguruan silat PSHW TM.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu malam (14/6/2025) ini berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga menjelang subuh. Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta secara daring, dilanjutkan dengan sarasehan ajaran perguruan, dan ditutup dengan prosesi inti keceran yang berlangsung khidmat hingga dini hari.
Para peserta ritual berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Indonesia, antara lain:
* Mojokerto: 75 orang
* Lumajang: 45 orang
* Yogyakarta: 40 orang
* Kabupaten Madiun: 30 orang
* Ngawi: 8 orang
* Rembang: 7 orang
* Boyolali: 7 orang
* Kota Madiun: 5 orang
* Kendal: 3 orang
Dalam menjaga kesakralan dan kekhusyukan, seluruh peserta diwajibkan mengenakan pakaian muslim, tidak membawa atribut sakral perguruan, serta menggunakan kendaraan tertutup menuju lokasi.
Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto, S.I.K., memberikan apresiasi atas kelancaran kegiatan yang berlangsung aman dan tertib.
“Kami berterima kasih kepada jajaran Polsek Manguharjo dan panitia PSH Winongo Tunas Muda atas koordinasi yang baik. Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif tanpa gangguan apapun,” ujar AKBP Wiwin.
Sebanyak 39 personel pengamanan diturunkan untuk mengawal prosesi di berbagai titik strategis, seperti area padepokan, Lapangan Winongo, hingga Pos Polisi Precet di Jalan Gajahmada. Pengamanan dipimpin oleh empat Padal (Perwira Pengendali) dari unsur Polsek Manguharjo.
Kapolsek Manguharjo juga menegaskan bahwa hanya peserta terdaftar dan petugas keceran yang diizinkan masuk ke area inti padepokan.
Sementara itu, pendamping dan pengunjung hanya diperbolehkan berada di luar area inti demi menjaga kekhusyukan prosesi.
Ritual keceran tidak hanya menjadi bagian dari tradisi PSHW TM, namun juga sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritualitas dalam dunia pencak silat Indonesia.
Kegiatan ini turut disaksikan sekitar 150 pendamping dan warga dari PSHW TM yang memadati area sekitar padepokan dan Lapangan Winongo.
Sakralitas prosesi tetap dijaga ketat di bawah pengawasan aparat keamanan, guna memastikan situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.





