IndonesiaBuzz: Jakarta, 8 Oktober 2026 – Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menggelar rapat pleno perdana setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada pekan lalu. Sebanyak 23 dari total 26 anggota Wantimpres hadir dalam rapat yang membahas mekanisme kerja lembaga hingga pola pemberian saran dan pertimbangan kepada Presiden.
Ketua Wantimpres Pratikno mengatakan rapat pleno tersebut telah dipersiapkan sejak awal pekan. Persiapan dilakukan selama tiga hari sebelum rapat digelar pada Kamis (8/10/2026).
“Alhamdulillah setelah dilantik pada Jumat yang lalu, seminggu kurang sehari kemudian kita sudah menyelenggarakan rapat pleno yang kita persiapkan sejak hari Senin, Selasa, Rabu, tiga hari kita persiapkan,” kata Pratikno seusai rapat di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Dia mengatakan rapat tersebut dihadiri 23 anggota, sedangkan tiga anggota lainnya tidak dapat hadir karena berhalangan.
Bahas Tata Kerja hingga Saran untuk Presiden
Pratikno mengatakan pembahasan rapat perdana mencakup sejumlah aspek fundamental dalam menjalankan tugas Wantimpres. Para anggota membahas Undang-Undang Wantimpres, berbagai regulasi, tata kerja lembaga, hingga dukungan birokrasi.
Selain itu, Wantimpres membahas hal teknis mengenai format saran dan pertimbangan yang nantinya disampaikan kepada Presiden.
“Kami membahas mengenai satu, tentu saja memahami undang-undang kaitannya dengan Wantimpres, peraturan, regulasi dan seterusnya. Terus kemudian tata kerja kita, terus kemudian juga bagaimana dukungan birokrasi terhadap efektivitas kerja Wantimpres dan lain-lain, sampai kita bicara hal-hal detail tentang teknis format saran dan pertimbangan kepada Bapak Presiden,” ujar Pratikno.
Menurut dia, mekanisme kerja tersebut perlu disusun agar Wantimpres dapat merespons kebutuhan Presiden secara cepat, terutama ketika muncul persoalan yang membutuhkan masukan dari para anggota.
“Bagaimana kita kerja cepat, seandainya ada hal-hal yang perlu kami menyampaikan pertimbangan kepada Bapak Presiden atau barangkali Bapak Presiden juga meminta pertimbangan kepada Wantimpres, kita juga harus cepat,” tuturnya.
Siapkan Kemungkinan Task Force
Untuk mendukung pola kerja yang lebih responsif, Wantimpres turut membahas kemungkinan pembentukan task force atau tim khusus untuk menangani isu tertentu.
Pratikno menilai pembentukan tim tersebut dapat menjadi salah satu mekanisme agar anggota Wantimpres dengan keahlian dan pengalaman yang relevan dapat terlibat langsung dalam pembahasan suatu persoalan.
Menurut dia, keberagaman latar belakang 26 anggota Wantimpres menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan fungsi pemberian saran dan pertimbangan kepada Presiden.
“Jadi kami tadi luar biasa karena anggota Wantimpres ini para tokoh-tokoh nasional yang sudah punya pengalaman panjang dengan variasi pengalaman masing-masing, background masing-masing. Ini adalah menjadi kekayaan yang luar biasa untuk memberikan saran dan pertimbangan kepada Bapak Presiden. Oleh karena itu pleno ini bagaimana kita membuatnya menjadi lebih efektif,” kata Pratikno.
Pembidangan Anggota Akan Dibuat Fleksibel
Wantimpres juga berencana membagi anggota ke dalam sejumlah bidang berdasarkan kemampuan, pengalaman, dan latar belakang masing-masing.
Namun, Pratikno mengatakan pembagian bidang tersebut belum ditetapkan secara final. Pimpinan Wantimpres yang terdiri atas ketua, wakil ketua, dan sekretaris telah menyiapkan sejumlah bahan untuk kemudian dibahas bersama seluruh anggota.
“Kami dari sisi pimpinan dalam hal ini adalah Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris Wantimpres sudah menyiapkan bahan-bahan, nanti kita minta masukan dari masing-masing anggota. Masing-masing memberikan masukan tentang pembidangan dan juga beliau-beliau akan masuk di bidang yang mana,” ujarnya.
Pratikno menegaskan pembidangan tidak akan diterapkan secara kaku. Hal itu karena sejumlah persoalan yang dihadapi pemerintah memiliki karakter lintas sektor sehingga membutuhkan keterlibatan anggota dari berbagai latar belakang.
“Tetapi tadi juga disepakati bahwa pembidangan tidak bersifat kaku karena kita juga harus ada, banyak isu yang cross sectoral yang sangat tajam, sangat variasi gitu ya, jadi kita fleksibel dalam pembidangan,” imbuhnya.
Melalui rapat pleno perdana tersebut, Wantimpres mulai menyusun mekanisme kerja internal sekaligus menyiapkan pola koordinasi agar fungsi pemberian saran dan pertimbangan kepada Presiden dapat berjalan secara efektif dan responsif. @yudi





