Indonesiabuzz.com : Surakarta, 17 Januari 2025 – Kraton Surakarta Hadiningrat akan segera melaksanakan HajadDalem Tingalan Dalem Jumenengan (Peringatan Kenaikan Tahta) SSISKS Pakoe Boewono XIII yang ke 21 tahun. Dijadwalkan, prosesi tersebut akan dilaksanakan pada 25 Januari 2025 mendatang, bertempat di Sasana Sewaka, Kraton Surakarta Hadiningrat.
Dalam acara tersebut akan ditampilkan tarian Bedhaya Ketawang yang merupakan tarian kasta tertinggi di Kraton Surakarta. Bahkan diketahui bahwa hanya Kraton Surakarta yang berhak untuk menggunakan tarian tersebut. Dengan kata lain, Kraton Yogyakarta yang merupakan pecahan dari Kraton Surakarta pun tak memiliki hak untuk menampilkan dan mengajarkan tari Bedhaya Ketawang.
Bedhaya Ketawang dibawakan oleh 9 orang penari perempuan yang kabarnya, penari-penari tersebut diharuskan yang masih perawan.

Sebelum membawakan Bedhaya Ketawang, 9 penari tersebut diharuskan untuk mengikuti proses ‘Ajar-ajaran’ (pelatihan) selama waktu yang ditentukan. Seperti yang diberitakan sebelumnya, penari Bedhaya Ketawang harus melalui proses pelatihan sebanyak 6 hari berturut-turut di Sasana Sewaka, Kraton Surakarta, tempat dimana mereka akan menampilkan Bedhaya Ketawang di hadapan Raja Kraton Surakarta Hadiningrat SSISKS Pakoe Boewono XIII.
Usai pelatihan, para penari tersebut akan melakukan gladi bersih pada hari ketujuh (usai pelatihan selama 6 hari).
Dari kabar yang berhasil dikumpulkan oleh redaksi, selama proses pelatihan hingga hari H acara Tingalan Dalem Junenengan, para penari Bedhaya Ketawang sangat diharapkan untuk tinggal di Kraton Surakarta. Apalagi pada malam sebelum hari H, para penari tersebut diharuskan untuk tetap berada di Kraton Surakarta untuk melalui proses sakral yang disebut ‘sengkeran’.
Prosesi sengkeran ini dipimpin dan dibimbing langsung oleh Pengageng Parentah Keputren Kraton Surakarta GKR Alit.
GKR Alit adalah kakak perempuan dari Raja Kraton Surakarta Hadiningrat SSISKS Pakoe Boewono XIII.
GKR Alit menjabat sebagai Pengageng Parentah Keputren Kraton Surakarta Hadiningrat sejak masa pemerintahan Raja Kraton Surakarta Hadiningrat SSISKS Paku Buwana XII, menggantikan Ibu beliau (Istri SSISKS Paku Buwana XII) yang meninggal dunia pada tahun 1988.
Kesakralan Bedhaya Ketawang terus dijaga hingga saat ini, hal tersebut merupakan salah satu tugas utama GKR Alit sebagai Pengageng Parentah Keputren Kraton Surakarta Hadiningrat. (Puthut-Red)
* Ditulis dari berbagai sumber.





