IndonesiaBuzz: Wonogiri, 26 Agustus 2026 – Waduk Gajah Mungkur (WGM) di Kabupaten Wonogiri bakal menjadi salah satu lokasi pengembangan energi baru terbarukan di Jawa Tengah. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung dengan kapasitas mencapai 134,2 megawatt peak (MWp) direncanakan dibangun di kawasan waduk tersebut.
Rencana itu mengemuka dalam launching dan groundbreaking program PLTS 100 gigawatt peak (GWp) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (25/8/2026). Agenda nasional tersebut diikuti secara daring oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dari Wonogiri.
Usai mengikuti kegiatan tersebut, Ahmad Luthfi bersama Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, jajaran Forkopimda, dan sejumlah pihak terkait melakukan launching serta groundbreaking secara simbolis sebagai penanda dimulainya tahapan pembangunan PLTS terapung di WGM.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, PLTS terapung di WGM menjadi salah satu proyek energi surya berskala besar di Jawa Tengah. Dengan kapasitas 134,2 MWp, pembangkit tersebut diproyeksikan mampu memenuhi sekitar 34 persen kebutuhan listrik di Kabupaten Wonogiri.
Meski demikian, energi listrik yang dihasilkan nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi Wonogiri, tetapi akan disalurkan untuk mendukung kebutuhan listrik di berbagai wilayah Jawa Tengah.
“Kita berharap energi terbarukan ini selaras dengan program Pemprov Jawa Tengah dengan adanya solar panel,” ujar Luthfi.
Pemanfaatan kawasan WGM untuk PLTS terapung menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat penggunaan sumber energi bersih.
Menurut Luthfi, energi terbarukan akan menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Pengembangan energi surya juga dinilai memiliki manfaat dalam menekan emisi karbon.
“Ke depan, energi terbarukan akan jadi prioritas kita untuk menggantikan energi fosil. Dari sini saja bisa menurunkan CO2,” katanya.
Jawa Tengah sendiri telah mengembangkan sekitar 250 desa mandiri energi sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian dan pemanfaatan energi bersih di tingkat masyarakat.
Untuk proyek PLTS terapung di WGM, nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp1,6 triliun. Pembangunan ditargetkan mulai dilakukan pada akhir 2026 dan pembangkit diharapkan dapat beroperasi pada 2027.
“Operasionalnya sekitar 2027. Kita ucapkan terima kasih kepada Pak Presiden dan PLN yang sudah memberi energi terbarukan ini,” tutur Luthfi.
Dari sisi pemanfaatan ruang, PLTS terapung tersebut dirancang tidak menggunakan sebagian besar area WGM. Dari total luas waduk yang mencapai sekitar 5.779 hektare, area yang akan dimanfaatkan untuk PLTS diperkirakan sekitar 76 hektare.
Artinya, area PLTS terapung hanya mencakup sekitar 1,31 persen dari total luas Waduk Gajah Mungkur.
Lokasi pembangunan berada di area genangan waduk, tepatnya di Desa Boto, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri. Saat ini tahapan persiapan terus dilakukan, termasuk berkaitan dengan aspek teknis dan perizinan.
Jika sesuai rencana, pengerjaan fisik proyek dimulai pada akhir 2026 dan pembangkit ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
Kehadiran PLTS terapung tersebut diharapkan tidak hanya menambah kapasitas pembangkit listrik, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi energi di Jawa Tengah. Pemanfaatan permukaan waduk untuk menghasilkan listrik menjadi salah satu alternatif pengembangan energi surya tanpa membutuhkan lahan daratan dalam skala besar.
Bagi Wonogiri dan Jawa Tengah, proyek tersebut sekaligus membuka babak baru pemanfaatan Waduk Gajah Mungkur. Selain tetap memiliki fungsi penting bagi masyarakat dan perekonomian daerah, kawasan perairan tersebut ke depan berpotensi menjadi salah satu sumber energi bersih untuk mendukung kebutuhan listrik dan agenda ketahanan energi nasional. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







