IndonesiaBuzz: Jakarta, 30 Januari 2026 – Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan terus memperkuat pendekatan dialogis guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Ngopi Kamtibmas yang digelar sebagai ruang komunikasi terbuka antara kepolisian dan warga, terutama di wilayah rawan konflik.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (30/1/26) pukul 09.00 hingga 11.30 WIB di kawasan Jalan Inspeksi Kali Ciliwung RT 08 RW 012, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet. Lokasi ini dipilih sebagai simbol kehadiran negara di tengah masyarakat yang selama ini rentan terhadap konflik sosial, termasuk potensi tawuran antarwarga Kampung Pulo dan RW 12 Bukit Duri.
Ngopi Kamtibmas dipimpin langsung oleh Kapolsek Tebet Kompol Iwan Gunawan, Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa komunikasi dua arah antara aparat dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Melalui dialog terbuka seperti ini, kami ingin mendengar langsung aspirasi, keluhan, dan harapan warga. Pencegahan konflik harus dimulai dari keterbukaan dan kepercayaan,” ujar Iwan di hadapan warga.
Dalam suasana santai namun substantif, warga diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan kamtibmas yang mereka hadapi, mulai dari potensi gesekan antarwarga hingga harapan akan kehadiran polisi yang lebih responsif di lingkungan mereka.
Sejumlah Pejabat Utama Polres Metro Jakarta Selatan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kasat Binmas AKBP Dodi Ginanjar, Kasi Humas AKBP Murodih, Kasi Propam Kompol Bayu, Kanit Intelkam Iptu Joko Mulyono, Kanit Binmas Ipda Ambar, Binmas Bukit Duri Aiptu Saprudin, Panit Intelkam Aipda Harry Fajar, serta para Bhabinkamtibmas Polsek Tebet.
Kehadiran jajaran kepolisian lintas fungsi tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan aparat dalam membangun sinergi dengan masyarakat. Polres Metro Jakarta Selatan berharap, melalui forum dialog seperti Ngopi Kamtibmas, potensi konflik sosial dapat diidentifikasi dan diredam sejak dini.
Upaya preventif ini sekaligus menegaskan pendekatan humanis kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah, dengan menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan berkelanjutan. (Rian K/Koresponden Jakarta)







