IndonesiaBuzz: Spiritualitas & Self-Healing – Perjalanan menuju makrifat bukanlah jalan melarikan diri dari dunia, melainkan jalan kembali ke pusat diri, sambil tetap berpijak di bumi. Sebagai seorang kepala keluarga,menyadari bahwa tanggung jawab bukan beban yang menjauhkan dari Tuhan, justru ia adalah jembatan untuk mengenal-Nya lebih dalam.
Setiap nafkah yang dicari, setiap peluh yang jatuh, setiap doa lirih yang dipanjatkan untuk anak-istri, adalah bagian dari dzikir yang tak terdengar. Belajar bahwa makrifat bukan hanya ditemukan dalam sunyi sajadah, tetapi juga dalam riuhnya tangisan anak, dalam senyum istri, dalam jerih payah menjaga amanah rumah tangga.
Di satu sisi, hati merindu pada kesunyian, pada perjumpaan batin dengan Sang Maha. Namun di sisi lain, tangan dan kaki tak boleh lepas dari dunia, mendidik anak, membimbing keluarga, menafkahi dengan halal. Dan di situlah menemukan keseimbangan spiritualitas yang tidak tercerabut dari realitas, kesucian batin yang tumbuh di tengah kesibukan dunia.
Makrifat pada dasarnya bukan sekadar merasa dekat dengan Tuhan dalam sepi, tetapi bagaimana menghadirkan kehadiran-Nya dalam setiap keputusan, dalam kesabaran menghadapi ujian rumah tangga, dalam cinta yang sederhana namun tulus.
Seorang kepala keluarga tak boleh menjadikan spiritualitas sebagai alasan untuk meninggalkan tanggung jawab. Justru tanggung jawab itu adalah ladang ibadah. Atas sadar jalan menuju makrifat bukan hanya naik menuju langit, tetapi juga menancapkan akar dalam tanah kehidupan.
Maka melangkah perlahan, menjaga Ibadah, menjaga nafkah, menjaga hati, sembari terus mengasah batin agar mampu melihat wajah Tuhan dalam setiap detik kehidupan. Itulah perjalanan makrifat perjalanan seorang manusia biasa yang ingin pulang, namun tetap setia pada amanah dunia.@sigit







