IndonesiaBuzz: Surakarta, 28 September 2026 – Operasi pencarian 69 korban KMP Virgo Transport 8 yang hingga kini belum ditemukan memasuki hari ke-16. Tim Basarnas Special Group terus melakukan pencarian dengan menempatkan keselamatan penyelam sebagai prioritas utama mengingat tingginya risiko di sekitar bangkai kapal.
Komandan Basarnas Special Group Hardiansyah Putra mengatakan kondisi di sekitar bangkai kapal memiliki sejumlah potensi bahaya bagi penyelam. Risiko tersebut menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola dan durasi penyelaman.
“Banyak bahaya yang dihadapi penyelam. Mulai dari visibilitas, bahaya benda tajam, bahaya kimiawi, hingga potensi struktur kapal yang runtuh apabila kita melakukan penetrasi ke dalam,” kata Hardiansyah, Senin (28/9/26).
Kondisi tersebut membuat tim menerapkan prosedur operasional standar secara ketat. Salah satunya dengan membatasi waktu penyelam berada di dalam air maksimal 20 menit sesuai batas no-decompression limit.
Durasi penyelaman dipantau menggunakan komputer selam. Pembatasan dilakukan untuk mengantisipasi kelelahan penyelam selama proses pencarian dan evakuasi.
“Kerja jantung (cardio) sangat tinggi saat proses evakuasi atau menemukan korban. Penyelam bisa mengalami kelelahan, sehingga durasinya harus dibatasi,” ujarnya.
Fokus Pencarian di Anjungan dan Buritan
Dalam operasi hari ke-16, tim penyelam gabungan memusatkan pencarian pada dua kuadran utama bangkai KMP Virgo Transport 8, yakni bagian anjungan dan buritan.
Akses di kedua area tersebut kembali dibuka untuk memastikan tidak ada korban yang masih tertinggal di bagian kapal yang dinilai aman untuk dijangkau penyelam.
Kondisi cuaca dan perairan juga relatif mendukung operasi pencarian. Tinggi gelombang dilaporkan berada di sekitar 1,5 meter, sementara kecepatan arus melemah pada kisaran 0,5 hingga 0,6 knot.
Kondisi tersebut memberikan ruang bagi tim penyelam untuk melanjutkan pencarian dengan tetap memperhitungkan faktor keselamatan dan kondisi struktur bangkai kapal.
Wacana Pengangkatan Bangkai Kapal
Mengenai wacana pengangkatan bangkai kapal atau salvage ke permukaan untuk mempermudah proses evakuasi, Hardiansyah mengatakan keputusan tersebut berada di pihak pemilik kapal dan perusahaan asuransi.
Sementara itu, Basarnas masih memaksimalkan pencarian secara terukur di bagian-bagian kapal yang masih memungkinkan untuk dimasuki penyelam.
Tim tetap melakukan pencarian dengan mempertimbangkan kondisi bangkai kapal, visibilitas, arus, serta batas kemampuan penyelam. Keselamatan personel menjadi pertimbangan utama dalam setiap manuver pencarian korban yang masih belum ditemukan. @yudi







