IndonesiaBuzz: Ngawi, 26 Oktober 2026 – Kontingen Indonesia Woodball Association (IWbA) Pengkab Ngawi meraih empat medali dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) II Woodball di Kediri, 23 hingga 25 Oktober 2026. Hasil tersebut menjadi modal penting bagi para atlet untuk mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 11 November mendatang di Kabupaten Ngawi.
Dalam kejuaraan yang digelar di Lapangan Pemerintah Kabupaten Kediri tersebut, Woodball Ngawi berhasil mengoleksi satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu dari sejumlah nomor pertandingan. Capaian ini sekaligus menjadi ajang evaluasi kemampuan atlet sebelum menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
Ketua Harian IWbA Pengkab Ngawi, Bagus Wahyudi, mengatakan keikutsertaan dalam Kejurprov II Woodball merupakan bagian dari program persiapan menuju POPDA Jatim 2026. Ia mengapresiasi penampilan para atlet yang mampu bertanding dengan lepas dan membawa pulang hasil positif.
“Ya, Kejurprov di Kediri ini sebagai bentuk persiapan kami dalam menghadapi POPDA nanti. Bersyukur anak-anak mampu bermain lepas dan berhasil mendapatkan empat medali,” ujar Bagus saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2026).
Menurut Bagus, hasil kejuaraan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan atlet. Terlebih, woodball tergolong cabang olahraga yang relatif baru berkembang di Kabupaten Ngawi sehingga pembinaan atlet dan penguatan daya saing masih terus dilakukan.
Raihan Emas Beregu Putra, Atlet Ngawi Tunjukkan Potensi
Empat medali yang dibawa pulang Woodball Ngawi berasal dari tiga nomor pertandingan, yakni beregu putra, tunggal putri, serta beregu dan ganda putri.
Medali emas diraih tim Team Fairway Putra U-23 yang diperkuat Dewa Aji Wira Yasa dari SMPN 1 Ngawi, Alfun Fauzi, Maulana Riski Yanuar, dan Galih Anggoro Wisnu dari MAN 1 Ngawi.
Sementara itu, medali perak pada nomor Single Fairway Putri U-23 diraih Dyah Intan Kartika, mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) UNESA Kampus Magetan.
Dua medali perunggu masing-masing diperoleh tim Team Fairway Putri U-23 yang diperkuat Florencia Fazila Putri S, Khansaa Alvira S, Azzahra Indriani Wisesa, dan Keenar Annora Aska, serta pasangan Dyah Intan Kartika dan Azza Alenggar Putri pada nomor Double Fairway Putri U-23.
Hasil tersebut menunjukkan potensi atlet woodball Ngawi di sejumlah nomor pertandingan sekaligus memberikan gambaran mengenai aspek yang perlu ditingkatkan sebelum tampil di ajang olahraga pelajar tingkat Jawa Timur.
Bidik Medali di POPDA XV Jatim 2026
Menjelang POPDA XV Jatim 2026, IWbA Pengkab Ngawi mulai menyusun strategi dengan mempertimbangkan nomor pertandingan yang paling sesuai dengan kemampuan dan kesiapan atlet.
Dari total 14 kelas yang dipertandingkan, pemilihan nomor akan dilakukan secara cermat. Pasalnya, persaingan diperkirakan berlangsung ketat, termasuk menghadapi atlet dari daerah lain yang telah memiliki pengalaman bertanding di tingkat nasional.
“Di POPDA nanti, Woodball ada 14 kelas. Kami memilih kelas yang sesuai kemampuan atlet karena lawannya banyak atlet nasional. Namun, kami optimistis mampu meraih medali emas, perak, dan perunggu,” jelas Bagus, yang juga aktif sebagai prajurit Yonarmed 12 Ngawi dengan pangkat Kapten Armed.
Sebagai tuan rumah POPDA XV Jatim 2026, Kabupaten Ngawi memiliki kesempatan untuk menunjukkan perkembangan pembinaan olahraga pelajar, termasuk pada cabang woodball.
Bagi IWbA Pengkab Ngawi, hasil Kejurprov di Kediri bukan sekadar pencapaian medali, melainkan juga pijakan untuk mengevaluasi strategi, memperkuat kesiapan mental, dan meningkatkan kemampuan atlet sebelum berlaga di hadapan publik sendiri.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Woodball Ngawi menargetkan mampu bersaing dalam perebutan medali pada POPDA XV Jawa Timur 2026 sekaligus memperkuat fondasi pembinaan atlet woodball di daerah. (Esaputra /Koresponden Ngawi)







