IndonesiaBuzz: Jakarta, 19 Oktober 2026 – Pemerintah Malaysia menawarkan bantuan berupa tiga pesawat dan 52 personel untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Usulan bantuan tersebut telah direspons pemerintah Indonesia, sementara teknis pelaksanaannya masih akan dikoordinasikan lebih lanjut.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya penanganan karhutla di sejumlah wilayah terdampak.
“Kan usulan bantuan itu sudah kita respons juga. Kemudian bagaimana teknisnya, dia akan membantu tiga pesawat, kemudian 52 personel. Dipersilakan saja,” kata Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/26).
Menurut Dudung, koordinasi lanjutan diperlukan untuk membahas teknis pelaksanaan bantuan agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan penanganan karhutla di Indonesia.
Singapura Juga Siapkan Bantuan Penanganan Karhutla
Selain Malaysia, Singapura juga berencana memberikan bantuan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Dudung mengatakan, komunikasi terkait tawaran bantuan dari Singapura akan dilakukan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, rincian mengenai bentuk dan teknis bantuan tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut.
“Ini dari Singapura juga akan ada bantuan yang akan dikomunikasikan dengan Kepala BNPB, ya, akan dikomunikasikan,” ujar Dudung.
Koordinasi antarpemerintah tersebut menjadi bagian dari upaya untuk menyelaraskan dukungan internasional dengan langkah penanganan karhutla yang tengah dilakukan Indonesia.
Indonesia Kerahkan 47 Pesawat dan 60.000 Personel
Di sisi lain, Dudung menegaskan bahwa Indonesia telah menyiapkan sumber daya untuk menangani karhutla, termasuk 47 pesawat dan sekitar 60.000 personel.
“Di kita juga sudah ada 47 pesawat dengan 60.000 personel ya,” kata Dudung.
Kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan, sementara tawaran bantuan dari Malaysia dan Singapura masih dikoordinasikan lebih lanjut.
Dukungan negara tetangga diharapkan dapat memperkuat kerja sama dalam penanganan karhutla, terutama melalui koordinasi personel, sarana udara, dan kebutuhan operasional sesuai kondisi di lapangan. @yudi






