IndonesiaBuzz: Ngawi, 30 September 2026 – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi mulai menggencarkan pemangkasan atau pruning dahan dan ranting pohon di sejumlah ruas jalan utama perkotaan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi menghadapi meningkatnya intensitas hujan dan angin memasuki musim penghujan.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pemangkasan berada di sekitar Alun-Alun Merdeka Ngawi. Petugas DLH melakukan pruning pada Rabu (30/9/26).
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Ngawi, Wildan Ardita, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah pencegahan dini untuk mengurangi risiko dahan patah maupun pohon tumbang yang dapat membahayakan pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di ruang publik.
“Program dari Dinas Lingkungan Hidup ini kita namakan pruning. Karena dalam waktu dekat akan memasuki musim penghujan. Ranting atau dahan yang sudah membahayakan, lapuk, atau kurang baik akan kita rapikan,” ujar Wildan.
Menurut Wildan, pemangkasan dilakukan secara proaktif berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangan. DLH tidak hanya bergerak setelah menerima laporan masyarakat atau ketika terjadi pohon tumbang.
Dalam sepekan, petugas dapat melakukan pruning sebanyak dua hingga tiga kali. Lokasi pemangkasan ditentukan berdasarkan kondisi pohon dan tingkat potensi bahayanya.
“Kita sifatnya proaktif. Kita keliling melihat sekiranya ada ranting atau dahan yang kurang baik dan berpotensi membahayakan, kita rapikan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” jelasnya.
Prioritas pemangkasan diarahkan pada pohon-pohon yang berada di tepi jalan utama, khususnya yang dahan atau rantingnya berpotensi mengganggu maupun membahayakan pengendara dan pejalan kaki.
Namun, penanganan pohon di sejumlah ruas jalan tidak sepenuhnya menjadi kewenangan DLH. Karena itu, pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Koordinasi diperlukan karena sebagian pohon berada di lahan atau ruas jalan yang menjadi kewenangan instansi lain.
Di sisi lain, DLH Ngawi membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan keberadaan pohon atau dahan yang dinilai membahayakan. Laporan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama instansi yang memiliki kewenangan.
“Kami menerima permohonan atau laporan dari masyarakat. Nantinya tetap kita koordinasikan dengan dinas terkait. Kalau memang ada pohon di tepi jalan yang membahayakan, kita siap menindaklanjutinya,” kata Wildan.
Dalam pelaksanaan pruning, petugas masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah dahan atau ranting yang berada di lokasi tinggi sehingga sulit dijangkau menggunakan peralatan yang tersedia.
“Memang ada beberapa ranting atau dahan yang terlalu tinggi dan tidak terjangkau dengan crane maupun secara manual. Tetapi kita tetap berusaha semaksimal mungkin agar masyarakat nyaman dan aman saat berkendara maupun berjalan kaki,” ungkapnya.
Upaya tersebut dilakukan seiring memasuki Oktober 2026, ketika sejumlah wilayah mulai memasuki periode musim penghujan. Pemangkasan secara berkala diharapkan dapat menekan potensi dahan patah maupun pohon tumbang yang berisiko mengganggu aktivitas masyarakat.
Selain aspek keselamatan, kegiatan pruning juga menjadi bagian dari upaya DLH menjaga kawasan perkotaan Ngawi tetap tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat. (Esaputra /koresponden Ngawi).




