IndonesiaBuzz: Jakarta, 17 Juni 2026 – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memperkuat upaya transformasi Jakarta menuju kota global melalui serangkaian pertemuan strategis dengan pejabat tinggi Pemerintah Singapura dalam agenda Rising Fellowship yang berlangsung di Singapura pada 14 hingga 15 Juni 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Pramono bertemu dengan Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Chee Hong Tat, serta Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan. Pertemuan difokuskan pada penguatan kerja sama di bidang investasi, pengembangan kawasan perkotaan, transportasi publik, peningkatan kapasitas aparatur, hingga berbagai kolaborasi strategis yang mendukung pembangunan Jakarta di masa depan.
Melalui keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Rabu (17/6/2026), Pramono menegaskan bahwa Singapura merupakan salah satu mitra paling penting bagi Jakarta, baik dari sisi ekonomi maupun investasi.
Menurutnya, penguatan hubungan bilateral menjadi langkah strategis untuk membuka peluang investasi baru sekaligus mempercepat berbagai program transformasi kota yang saat ini tengah dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Jakarta sedang menyiapkan lompatan baru menjelang usia 500 tahun. Untuk itu, kami membutuhkan lebih banyak kemitraan strategis dan investasi yang mampu mempercepat transformasi kota,” ujar Pramono.
Pramono menjelaskan, pembahasan dengan Pemerintah Singapura tidak hanya berhenti pada aspek investasi, tetapi juga menyentuh sejumlah sektor yang menjadi prioritas pembangunan Jakarta.
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan kawasan berbasis transportasi publik, regenerasi kawasan perkotaan, penguatan ruang publik, peningkatan kualitas hidup masyarakat, hingga pertukaran pengalaman dalam pengelolaan kota modern.
Menurut Pramono, Jakarta membutuhkan kolaborasi internasional yang mampu menghasilkan dampak nyata bagi warga, terutama dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan pembangunan kawasan yang berkelanjutan.
“Target kami bukan sekadar masuk Top 50 Global City. Yang lebih penting adalah memastikan investasi, transportasi publik, dan pembangunan kawasan benar-benar membuat hidup warga Jakarta menjadi lebih mudah, lebih nyaman, dan lebih produktif,” katanya.
Ia menambahkan, kerja sama dengan Singapura juga membuka peluang pertukaran praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan kota yang telah terbukti berhasil diterapkan di negara tersebut.
Pramono menilai pertemuan dengan Chee Hong Tat dan Vivian Balakrishnan memiliki arti penting karena menyentuh dua kebutuhan utama Jakarta saat ini, yakni memperluas jejaring kemitraan internasional dan mempercepat agenda transformasi kota.
Melalui kolaborasi yang lebih erat dengan Singapura, Jakarta berharap dapat meningkatkan daya tarik investasi, memperkuat konektivitas regional, serta mempercepat pencapaian berbagai target pembangunan perkotaan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi investor Singapura untuk berpartisipasi dalam berbagai proyek strategis di ibu kota.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menyambut positif pertemuan dengan Gubernur Pramono. Ia menilai Jakarta memiliki posisi penting di kawasan Asia Tenggara dengan dinamika ekonomi dan sosial yang terus berkembang.
Menurut Vivian, hubungan Jakarta dan Singapura tidak hanya terjalin melalui kerja sama pemerintah, tetapi juga diperkuat oleh interaksi masyarakat kedua kota yang berlangsung sangat intensif.
“Jakarta adalah kota dengan energi dan dinamika yang luar biasa. Lebih dari 200 layanan penerbangan setiap pekan menghubungkan Singapura dan Jakarta, mencerminkan kehangatan serta kedekatan hubungan antarmasyarakat,” ujar Vivian.
Pernyataan tersebut menunjukkan kuatnya konektivitas antara kedua kota yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi, bisnis, dan mobilitas masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
Dengan semakin eratnya hubungan Jakarta dan Singapura, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap berbagai kerja sama yang dibahas dalam pertemuan tersebut dapat segera diwujudkan dalam bentuk program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi warga, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang kompetitif menjelang usia lima abad pada 2027 mendatang. @yudi





