IndonesiaBuzz: Ngawi, 8 Maret 2026 – Ratusan seniman Reog Ponorogo di Kabupaten Ngawi memeriahkan malam Ramadan melalui gelaran Tadarus Budaya di Alun-alun Merdeka Ngawi, pada Sabtu (7/3/26) malam. Meski demikian, hujan yang sempat turun tidak mengurangi semangat warga untuk datang menyaksikan pertunjukan tersebut.
Biasanya kawasan alun-alun menjadi sepi saat hujan turun. Namun pada malam itu, suasana justru berubah ramai. Dentuman kendang, kenong, dan terompet terdengar bersahut-sahutan. Selain itu, senggakan khas warok ikut memecah suara rintik hujan yang turun sejak malam.
Puluhan penari jatilan yang didominasi muda-mudi Ngawi tampil di tengah arena. Gerakan mereka terlihat kompak dan penuh semangat. Karena itu, penampilan tersebut langsung menarik perhatian warga yang datang.
Sebagian warga tetap bertahan di lokasi meski hujan masih turun. Bahkan, ratusan pasang mata tampak menikmati setiap penampilan para seniman Reog Ponorogo.
Kegiatan bertajuk Tadarus Budaya Seniman Reog Ponorogo itu digelar di Jalan Teuku Umar, tepatnya di depan Pendopo Wedya Graha Pemerintah Kabupaten Ngawi. Selain sebagai hiburan, acara ini juga menjadi ruang berkumpul bagi para pelaku seni tradisional.
Setelah penampilan jatilan, acara kemudian dilanjutkan dengan atraksi penari ganongan. Para peganong tampil secara bergantian untuk menunjukkan kemampuan akrobatik mereka.
Gerakan lincah para penari membuat suasana semakin meriah. Selain itu, penonton beberapa kali memberikan tepuk tangan saat para penari berhasil menuntaskan aksinya. Karena itu, atraksi ganongan menjadi salah satu bagian yang paling dinanti.
Sebagai penutup acara, puluhan penari dadak merak tampil di tengah arena. Mereka menari sambil mengangkat topeng dadak merak yang khas. Dengan demikian, penampilan terakhir ini menjadi daya tarik utama bagi penonton yang hadir.
Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengatakan pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan budaya seperti ini. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk menjaga keberadaan seni tradisional.
“Kami dari pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan dari dulur-dulur paguyuban reog di Ngawi ini. Ini kegiatan positif yang harus kita dukung untuk melestarikan budaya bangsa,” ujar Antok.
Selain itu, pemerintah daerah juga melihat kegiatan tersebut sebagai peluang untuk mengembangkan sektor pariwisata. Dengan demikian, kegiatan budaya dapat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kegiatan ini sekaligus kami koneksikan dengan agenda pariwisata. Harapannya ke depan gelaran budaya yang rutin setiap tahun ini bisa menjadi daya tarik wisatawan dan ikut mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua Panitia Tadarus Budaya Ngawi, Sasmito, mengatakan kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi para seniman Reog di Kabupaten Ngawi. Apalagi, momentum Ramadan dinilai tepat untuk mempererat kebersamaan antar paguyuban.
“Kami berusaha mengumpulkan teman-teman seniman Reog untuk bersilaturahmi di bulan suci Ramadan ini. Harapannya kegiatan ini bisa terus berlangsung dan memperkuat kebersamaan tanpa membedakan paguyuban,” kata Sasmito.
Selain itu, ia berharap kegiatan serupa bisa digelar lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, panitia berencana meningkatkan penyelenggaraan acara pada tahun berikutnya.
“Kami akan berusaha memaksimalkan lagi pelaksanaannya di tahun depan,” tambahnya.
Dalam gelaran Tadarus Budaya kali ini, sebanyak 25 paguyuban Reog turut ambil bagian. Sementara itu, di Kabupaten Ngawi sendiri tercatat sekitar 45 paguyuban Reog. Bahkan, jumlah seniman Reog di daerah tersebut mencapai lebih dari 500 orang. (Esaputra/Koresponden Ngawi)







