IndonesiaBuzz: Madiun, 24 Februari 2026 – Komitmen pemberantasan narkotika tak hanya diarahkan keluar, tetapi juga diperkuat di lingkungan internal. Polres Madiun menggelar tes urine secara mendadak terhadap 34 personel yang terdiri atas Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek jajaran, Senin (23/2/26).
Kegiatan dilaksanakan seusai apel pagi dan dipimpin Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) dengan melibatkan tim medis profesional. Proses pemeriksaan diawasi secara ketat oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) guna menjamin transparansi, objektivitas, serta kesesuaian prosedur.
Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk pengawasan internal sekaligus upaya preventif untuk memastikan jajaran pimpinan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Tes urine ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga marwah institusi. Pimpinan harus menjadi contoh dan teladan bagi anggota. Kami ingin memastikan bahwa seluruh pejabat utama dan Kapolsek jajaran benar-benar bersih dari narkoba,” tegasnya.
Ia menambahkan, institusi tidak akan memberikan toleransi terhadap anggota yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkotika. Setiap pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan perundang-undangan dan kode etik profesi Polri.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi penyalahgunaan narkoba, baik oleh anggota maupun pejabat. Jika terbukti, pasti akan ditindak tegas. Ini komitmen bersama untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Kapolres juga memastikan kegiatan serupa akan digelar secara berkala maupun insidental tanpa pemberitahuan sebelumnya. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat kedisiplinan, meningkatkan pengawasan internal, serta membangun budaya kerja yang bersih dan profesional.
Tes urine mendadak terhadap 34 pejabat tersebut menjadi pesan tegas bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dimulai dari internal organisasi. Dengan pengawasan berlapis dan komitmen pimpinan, Polres Madiun menegaskan keseriusannya mendukung program nasional pemberantasan narkotika sekaligus mewujudkan institusi Polri yang Presisi, berintegritas, dan dipercaya masyarakat. (Kridho S/Koresponden Madiun)







