IndonesiaBuzz: Jakarta, 16 Januari 2026 – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran dalam kondisi aman, meskipun negara tersebut tengah dilanda kerusuhan akibat demonstrasi dan meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS).
Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menegaskan bahwa berdasarkan laporan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, para WNI tidak terdampak langsung oleh aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah Iran.
“Dapat kami sampaikan bahwa para WNI di Iran sejauh ini dilaporkan KBRI Teheran dalam kondisi aman dan tidak terdampak oleh demonstrasi yang berlangsung,” ujar Vahd dalam keterangannya, Jumat (16/1/26)
Vahd menambahkan, KBRI Teheran terus menjalin komunikasi intensif dengan para WNI guna memastikan kondisi dan keselamatan mereka. Meski sempat mengalami kendala akibat pembatasan akses internet yang diberlakukan pemerintah Iran, komunikasi kini telah kembali normal.
“Memang sempat terjadi kendala komunikasi reguler akibat pembatasan internet. Namun sejak 12 Januari, layanan telepon lokal telah diaktifkan kembali oleh Pemerintah Iran,” jelasnya.
Terkait kemungkinan evakuasi WNI ke Tanah Air, Kemlu menilai langkah tersebut belum diperlukan. Pemerintah Indonesia masih memantau situasi keamanan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Mengenai pemulangan ke Tanah Air, sejauh ini berdasarkan pengamatan atas kondisi di sana, belum diperlukan evakuasi. Meski demikian, KBRI tetap mengimbau WNI agar meningkatkan kewaspadaan dan segera menghubungi hotline KBRI apabila menghadapi situasi darurat,” imbuh Vahd.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah terus meningkat seiring langkah-langkah militer Amerika Serikat yang dinilai semakin agresif terhadap Iran. AS dilaporkan telah mengerahkan berbagai alutsista, mulai dari jet tempur, pesawat pengebom, hingga kapal perang untuk memperkuat posisi militernya.
Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Washington tengah bersiap menghadapi kemungkinan konflik terbuka dengan Teheran. Sejumlah pengamat menilai, rangkaian manuver militer ini menunjukkan AS sudah mulai mengambil posisi strategis menuju potensi perang dengan Iran.
Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI di wilayah terdampak.(red.)







