IndonesiaBuzz: Boyolali, 18 Oktober 2025 – Ribuan santri dan elemen Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Boyolali menggelar aksi damai bertajuk “Santri Bela Kyai dan Pondok Pesantren” di depan Gedung DPRD Boyolali, Jumat (17/10/25) sore. Aksi ini diikuti sekitar seribu peserta dari berbagai Banom NU, pimpinan pondok pesantren, serta santri dan santriwati dari seluruh wilayah Boyolali.
Massa berkumpul di Alun-Alun Kidul kompleks Pemkab Boyolali sejak pukul 14.30 WIB. Setelah apel konsolidasi, mereka berjalan kaki menuju Gedung DPRD dengan tertib sambil membawa spanduk bertuliskan “Boikot Trans7” dan “Santri Bukan Bahan Olok-olok.”
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap salah satu program televisi Trans7 yang dianggap melecehkan martabat Kyai dan pesantren. Para orator menegaskan bahwa lembaga penyiaran seharusnya menghormati nilai-nilai keagamaan dan peran pesantren dalam membangun moral bangsa.
“Santri dan Kyai hari ini sedang gelisah. Pesantren adalah benteng moral bangsa. Jangan hina Kyai, karena pesantren sudah ada sebelum Indonesia merdeka,” ujar KH Abdul Wahid dalam orasinya.
Koordinator aksi, drg. Fauzan, membacakan empat tuntutan utama mengecam Trans7, mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meninjau hak siar Trans7, menuntut proses hukum atas dugaan penghinaan, dan meminta perhatian lebih terhadap pendidikan pesantren.
Bupati Boyolali Agus Irawan yang hadir langsung dalam aksi itu menyatakan dukungan terhadap aspirasi para santri dan ulama.
“Kami akan teruskan aspirasi ini hingga ke tingkat provinsi dan pusat. Santri Boyolali telah memberi teladan bahwa menyampaikan pendapat bisa dilakukan dengan damai,” ujarnya.
Ketua DPRD Boyolali, Susetya Kusuma Dwi Hartanta, juga mengapresiasi ketertiban aksi.
“Santri membuktikan cinta damai. Aspirasi ini akan kami bahas dalam rapat dewan,” tambahnya.
Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto memastikan jalannya aksi berlangsung aman dan kondusif.
“Polres bersama TNI dan Pemkab mengawal penuh jalannya aksi agar tetap tertib dan tidak mengganggu masyarakat,” jelasnya.
Aksi “Santri Bela Kyai dan Pondok Pesantren” ditutup dengan doa bersama dan pembacaan Mahalul Qiyam sekitar pukul 16.40 WIB. Setelah itu, massa membubarkan diri dengan tertib dan damai. (Bagas Andrian/Koresponden Boyolali)





