IndonesiaBuz: Wonogiri, 03 Oktober 2025 – Suasana hangat dan penuh warna menyertai peringatan Hari Batik Nasional 2025 di Kecamatan Giritontro, Kamis (2/10/25). Sebanyak 204 anak Taman Kanak kanak (TK) se Kecamatan ambil bagian dalam kegiatan membatik serempak tingkat provinsi yang digelar secara serentak di Jawa Tengah.
Meski dipusatkan secara bersamaan, teknis pelaksanaan di Giritontro dilakukan di lembaga masing masing. Keputusan ini dipilih agar kegiatan berjalan efektif, fokus pada tiap satuan pendidikan, sekaligus memastikan pendampingan guru lebih intensif.
Acara dibuka secara simbolis di TK Negeri Pembina Giritontro oleh Bunda PAUD Kecamatan Giritontro, Martutik. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa memperkenalkan batik sejak dini adalah bagian penting dari menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.
“Batik bukan hanya selembar kain, tetapi identitas kita, cerminan filosofi bangsa. Melalui kegiatan membatik ini, kita berharap anak anak dapat mengenal dan mencintai batik dari hati, menumbuhkan rasa bangga sebagai anak Indonesia,” tutur Martutik. Ia juga mengapresiasi semangat para guru yang memastikan seluruh anak dapat berpartisipasi dengan gembira dan kreatif.
Acara turut dihadiri Ketua IGTKI Kecamatan Giritontro, Diana Setiani Candra Dewi, beserta jajaran pengurus. Kehadiran tokoh pendidikan ini memperlihatkan soliditas dan komitmen dalam melestarikan budaya di tingkat akar rumput.
Dengan peralatan sederhana, ratusan anak mulai menuangkan kreativitasnya di atas kain putih. Meski belum menggunakan canting dan malam panas sebagaimana membatik tradisional, kegiatan ini difokuskan pada teknik yang lebih aman, seperti mewarnai pola batik atau mencanting sederhana. Kain kain tersebut pun menjelma menjadi karya penuh warna dengan motif unik dan spontan khas dunia anak anak.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya meriah, tapi juga sarat nilai edukasi. Anak anak belajar mengenal warna, bentuk, sekaligus sejarah batik. Ini langkah awal menumbuhkan jiwa pelestari budaya,” jelas Ketua Panitia, Indah Nurmiati.
Peringatan Hari Batik Nasional di Giritontro diharapkan menjadi tradisi tahunan. Lebih dari sekadar selebrasi, kegiatan ini membuktikan bahwa kecintaan terhadap batik dapat ditanamkan sejak usia dini, melahirkan generasi penerus yang tidak hanya mengenal, tetapi juga bangga dan berkomitmen melestarikan budaya bangsa. (@Yudi S/Koreponden Wonogiri)





