IndonesiaBuzz: Ngawi, 1 Oktober 2025 – Puluhan siswa SMKN 1 Sine, Ngawi, Jawa Timur, mengalami nasib nahas usai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila, Rabu (1/10/25) pagi. Sebanyak 51 siswa dilaporkan mual, pusing, hingga sesak napas, dan harus dilarikan ke sejumlah puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.
Banyaknya siswa yang jatuh sakit membuat tenaga medis kewalahan. Sebagian siswa bahkan terpaksa dirawat di lorong-lorong puskesmas. Karena kapasitas penuh, beberapa siswa kemudian dirujuk ke puskesmas terdekat.
Kejadian bermula saat beberapa siswa mengeluh sakit perut dan pusing setelah upacara. Jumlahnya terus bertambah hingga pihak sekolah panik dan segera membawa mereka ke fasilitas kesehatan. Tidak hanya siswa, sejumlah guru juga mengalami gejala serupa.
“Setelah upacara anak-anak masuk kelas, lalu mengeluh sakit perut. Semakin lama makin banyak, ada yang jatuh dan sesak napas. Akhirnya dibawa ke Puskesmas. Ada yang dirawat di Puskesmas Ngrambe, Sine, dan Klinik Aisyah. Beberapa guru juga sakit,” ujar Agus Setiabudi.
Agus belum bisa memastikan penyebabnya, namun mengakui sehari sebelumnya siswa memang mendapat jatah Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Kalau penyebabnya saya belum tahu, masih menunggu hasil pemeriksaan Puskesmas. Kemarin anak-anak memang makan MBG, tapi untuk hari ini belum disentuh karena kondisi mereka sudah sakit. Makanannya masih utuh,” tambahnya.
Sejumlah siswa yang dirawat mengaku keluhan muncul setelah menyantap MBG pada Selasa (30/9/25).
“Sejak malam saya sudah mual dan pusing, di sekolah makin parah sampai lemas. Menu MBG kemarin nasi, ayam lada hitam, dan capcai,” ungkap Revi Amania, siswi kelas X.
Hal senada disampaikan Restri Tri, siswi kelas XI yang juga dirawat di Puskesmas Sine.
“Keluhannya sakit perut, pusing, mual. Kemarin makan MBG dengan lauk ayam lada, wortel, dan brokoli. Setelah itu saya trauma makan lagi,” ucapnya.
Data sementara menyebutkan, 51 siswa mengalami gejala yang sama, yakni mual, pusing, hingga sakit perut. Mereka saat ini dirawat di Puskesmas Sine, Puskesmas Ngrambe, dan Klinik Aisyah. Pihak Puskesmas masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kasus dugaan keracunan massal ini.(Esa Putra/Koresponden Ngawi)







