IndonesiaBuzz: Ponorogo, 30 September 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo memperluas lahan pertanian jagung hingga 614 hektare pada musim tanam tahun 2025. Penambahan tersebut dibagi rata ke 307 desa dan kelurahan, dengan alokasi dua hektare untuk masing masing wilayah.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menjelaskan, pembagian lahan dilakukan secara gotong royong antara pemerintah desa (Pemdes) dan bhabinkamtibmas.
“Satu hektare dikelola pemdes, satu hektare lagi oleh bhabinkamtibmas. Penanaman dijadwalkan pada Oktober dan diperkirakan panen pada Desember mendatang,” ujar Sugiri, Senin (29/9/25).
Ia menambahkan, benih jagung dibagikan gratis untuk seluruh desa. Menurutnya, program ini merupakan penerapan konsep pentahelix dan hexahelix dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Kami memanfaatkan tanah tadah hujan, sehingga tidak mengganggu lahan sawah padi,” imbuhnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata rata luas tanam jagung di Ponorogo mencapai 45 ribu hektare per tahun dengan produksi sekitar 3,3 ribu ton. Pemkab optimistis, tambahan dua hektare di tiap desa mampu menghasilkan minimal sembilan ton jagung siap panen.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menegaskan, program ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Jawa Timur. Jagung varietas Bhayangkara yang ditanam nantinya akan diserap Bulog Ponorogo saat panen.
“Jika surplus, harga pakan ternak akan turun sehingga berdampak pada harga telur, daging ayam, dan kebutuhan pangan lainnya,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberi dampak positif bagi stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat Ponorogo. (AS Adil Fajar /Koresponden Ponorogo)





