IndonesiaBuzz: NTT, 17 September 2025 – Banjir bandang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, menewaskan enam orang dan membuat tiga lainnya masih hilang. Bencana yang melanda empat kecamatan, 31 desa, dan dua kelurahan ini terjadi akibat hujan deras di dataran tinggi yang memicu aliran deras ke wilayah pesisir, Selasa (16/9/25).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Mauponggo, meliputi permukiman, fasilitas publik, dan lahan pertanian. Sebanyak 34.812 jiwa terdampak, dan 73 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.
“Meski operasi pencarian utama telah dihentikan, tim SAR tetap bersiaga untuk kemungkinan temuan korban baru,” ujar Abdul, Rabu (17/9/25).
Sejumlah kendala dihadapi tim SAR, termasuk material besar seperti batu dan kayu yang menyulitkan pencarian. Beberapa material kayu telah dibersihkan menggunakan alat berat. Kerugian material mencakup 33 unit rumah rusak berat, fasilitas pendidikan dan kesehatan, jaringan air bersih, 18 daerah irigasi, serta infrastruktur jalan dan jembatan.
Upaya tanggap darurat dilakukan BPBD Nagekeo bersama unsur terkait, termasuk pendirian dapur umum, penyaluran logistik, pembangunan jembatan darurat, serta kaji cepat kerusakan infrastruktur. Pemerintah Provinsi NTT dan BNPB menyalurkan bantuan tenda, selimut, matras, peralatan kebersihan, makanan siap saji, dan alat evakuasi.
Pemerintah Kabupaten Nagekeo menetapkan status tanggap darurat cuaca ekstrem hingga 30 September 2025. BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan segera melapor bila terjadi peningkatan debit air atau tanda bencana lainnya.(red-)







