IndonesiaBuzz: Ngawi, 14 September 2025 – Sebanyak 350 prajurit dari Batalyon Armed 12 Kostrad resmi diberangkatkan untuk menjalankan tugas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia–Republik Demokratik Timor Leste (RI–RDTL), Minggu (14/9/25).
Pelepasan pasukan ditandai dengan upacara pemeriksaan kesiapan operasi di Lapangan Wiradharma, Markas Yon Armed 12 Kostrad, Ngawi. Upacara dipimpin Danyon Armed 12 Kostrad Letkol Arm Erlan Wijatmoko, dengan Bupati Ngawi Satgas Pamtas bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam keterangannya, Letkol Arm Erlan Wijatmoko menjelaskan pasukannya akan menempati 25 pos di sektor timur perbatasan RI–RDTL dengan tugas utama menjaga keutuhan wilayah negara.
“Selain menjaga perbatasan, pasukan juga akan melaksanakan patroli rutin untuk memastikan kondisi patok perbatasan tetap baik dan bisa dipertanggungjawabkan negara,” ungkapnya.
Dari total 350 personel, sebanyak 250 berasal dari Yon Armed 12 Kostrad, sementara sisanya dari jajaran Divisi Infanteri 2, termasuk penguatan tenaga kesehatan, topografi, dan hukum.
Erlan menyebut situasi di sektor timur perbatasan saat ini relatif kondusif, berbeda dengan sektor barat yang masih memiliki titik rawan. Meski begitu, ia menekankan agar seluruh prajurit tetap waspada, khususnya terhadap potensi penyelundupan antarnegara.
“Sekecil apa pun kegiatan ilegal di perbatasan dapat merugikan negara. Karena itu, integritas setiap personel menjadi kunci dalam menjalankan tugas ini,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar seluruh personel dapat kembali dengan selamat dan lengkap.
“Harapan kami sederhana, berangkat 350 prajurit, kembali 350 prajurit dalam keadaan utuh dan membawa kehormatan,” ujarnya.
Satgas Pamtas Yon Armed 12 Kostrad ini akan bertugas selama 12 bulan, dengan kemungkinan penyesuaian waktu sesuai situasi dan kondisi di lapangan. (Esaputra/Koresponden Ngawi)







