IndonesiaBuzz: Jakarta, 16 Juni 2025 — Harga emas dunia berpotensi mengalami lonjakan signifikan dalam waktu dekat. Para analis pasar memperkirakan bahwa harga logam mulia ini bisa menembus USD 3.500 per ons, seiring dengan ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.
Prediksi ini mengemuka di tengah fluktuasi pasar yang disebabkan oleh beberapa faktor geopolitik dan kekhawatiran terhadap inflasi yang belum sepenuhnya mereda. Kenaikan harga emas juga diperkuat oleh sikap dovish sejumlah bank sentral yang membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter di semester kedua 2025.
Menurut analis pasar dari Saxo Bank, Ole Hansen, terdapat beberapa pendorong utama yang menyebabkan harga emas berpotensi melejit:
- Tingginya permintaan emas fisik, terutama dari negara-negara berkembang.
- Meningkatnya ketegangan geopolitik, yang membuat investor beralih ke aset yang lebih aman.
- Kebijakan moneter global, termasuk kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS dalam waktu dekat.
“Emas bisa menembus USD 3.500 per ons dalam waktu tidak lama, terutama jika data ekonomi global menunjukkan perlambatan lebih lanjut,” ujar Hansen.
Saat ini, harga emas berada di kisaran USD 2.300–2.400 per ons, namun tren menunjukkan arah penguatan. Para investor mulai melirik kembali logam mulia sebagai pelindung nilai terhadap volatilitas pasar dan pelemahan mata uang.
Kondisi ini menjadi momentum strategis bagi investor, baik individu maupun institusi, untuk mempertimbangkan diversifikasi portofolio dengan menempatkan sebagian aset ke dalam instrumen emas.
Di dalam negeri, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) juga menunjukkan tren kenaikan mengikuti harga global. Pelaku pasar diimbau untuk memantau pergerakan pasar secara cermat dan tidak tergesa-gesa mengambil keputusan investasi tanpa analisis yang memadai





