IndonesiaBuzz: Solo, 13 Mei 2025 — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo melakukan penggabungan atau regrouping terhadap 28 Sekolah Dasar (SD) menjadi 13 sekolah induk menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.
Kepala Disdik Kota Solo, Dian Rineta, menyampaikan bahwa proses regrouping tersebut telah melalui tahapan sosialisasi dan kini tengah menunggu pengesahan melalui Surat Keputusan (SK). “Proses ini sudah berjalan, sosialisasi sudah dilakukan, dan SK sedang dalam proses, namun secara prinsip semuanya sudah disepakati,” ujarnya, dikutip dari Espos.
Dian menjelaskan, pada saat pelaksanaan SPMB nanti, yang akan tercantum dalam sistem online hanyalah nama sekolah induk. “Nama-nama sekolah yang di-regroup sudah tidak ada lagi,” tegasnya.
Beberapa pertimbangan dalam melakukan regrouping antara lain jumlah siswa yang minim di beberapa sekolah dan jarak tempuh siswa ke sekolah. Disdik berupaya agar siswa tidak perlu menyeberang jalan raya demi keamanan, serta memudahkan orang tua dalam mengawasi anak.
Meski demikian, keputusan untuk melakukan regrouping tidak diambil secara tergesa. Dian menekankan bahwa evaluasi dilakukan berdasarkan perkembangan jumlah siswa dalam tiga tahun terakhir. “Jika tidak menunjukkan perkembangan, baru kami tutup,” jelasnya.
Ia mencontohkan kasus di Pasar Kliwon, di mana sebuah sekolah mengalami peningkatan jumlah siswa setelah fasilitas fisiknya diperbaiki. “Kami tidak langsung menutup sekolah, tetapi kami lihat, evaluasi, dan jika masih memungkinkan, kami tata kembali,” tambahnya.
Berikut daftar 13 sekolah induk hasil regrouping Disdik Solo dan daya tampungnya:
- SDN Joglo: Gabungan SDN Sambirejo dan SDN Joglo – 472 siswa
- SDN Sekip: Gabungan SDN Sekip dan SDN Gebang – 300 siswa
- SDN Serengan 2: Gabungan SDN Dawung Tengah dan SDN Serengan 2 – 191 siswa
- SDN Gading: Gabungan SDN Gading dan SDN Carangan – 147 siswa
- SDN Mangkuyudan: Gabungan SDN Mangkuyudan dan SDN Purwotomo – 301 siswa
- SDN Prawit 1: Gabungan SDN Prawit 1, SDN Prawit 2, dan SDN Nusukan Barat – 350 siswa
- SDN Pajang 1: Gabungan SDN Pajang 1 dan SDN Pajang 3 – 311 siswa
- SDN Purwoprajan: Gabungan SDN Purwoprajan dan SDN Kandangsapi – 321 siswa
- SDN Karangasem 1: Gabungan SDN Karangasem 1, SDN Karangasem 3, dan SDN Soropadan – 480 siswa
- SDN Bratan 2: Gabungan SDN Bratan 2 dan SDN Bratan 3 – 277 siswa
- SDN Banyuanyar II: Gabungan SDN Sumber 5 dan SDN Banyuanyar II – 167 siswa
- SDN Krajan: Gabungan SDN Debegan dan SDN Krajan – 235 siswa
- SDN Tegalrejo: Gabungan SDN Tegalrejo dan SDN Pajang 4 – 166 siswa





