IndonesiaBuzz: Kesehatan – Fenomena pembekuan sel telur semakin marak di kalangan wanita Indonesia, terutama di negara-negara dengan tingkat kesuburan yang rendah. Metode ini semakin diminati kaum hawa, terutama dengan pertambahan kasus kanker reproduksi.
Pembekuan sel telur, atau yang dikenal sebagai egg freezing, merupakan prosedur medis yang mengambil sel telur dari rahim, kemudian dibekukan dan disimpan di laboratorium. Teknologi ini memungkinkan wanita untuk menyimpan sel telur mereka agar dapat digunakan di masa depan untuk program reproduksi dengan pasangan yang sah.
Prosedur medis ini membantu menjaga kualitas sel telur seiring bertambahnya usia, sesuai dengan waktu pengambilan telur tersebut hingga digunakan untuk kehamilan.

Meskipun dapat dimanfaatkan oleh setiap wanita, egg freezing paling optimal dilakukan oleh wanita berusia 20-35 tahun, di mana reproduksi sedang mencapai tahap optimal. Menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi, wanita yang membekukan 10-20 sel telur sebelum usia 35 tahun memiliki peluang 50-70 persen untuk mendapatkan kelahiran hidup setelah menjalani proses tersebut.
Salah satu penyanyi di Tanah Air yang memilih egg freezing adalah Dewi Persik. Meskipun sudah berusia hampir 40 tahun, kesadaran akan kebutuhan memiliki anak saat sudah tidak bisa hamil lagi mendorongnya untuk menjalani proses ini.
Dokter spesialis obgyn dr. Boyke Dian Nugraha mengonfirmasi efektivitas egg freezing, menyebutkan bahwa sel telur yang dibekukan dapat aman tersimpan hingga lebih dari 5 tahun. Peluang kehamilan dengan metode ini dikatakan relatif tinggi, sekitar 30 persen, namun bergantung pada kondisi individu masing-masing.
“Jadi karena dia beku, dia nggak ada aktivitas apa-apa, sehingga ketika dibutuhkan dia tinggal diambil, bisa sampai 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun bisa, bahkan beberapa ada yang sampai 10 tahun terbaru, tergantung teknologi berapa lama biasanya,” beber dr Boyke dilansir dari detikcom, Kamis (14/3/2024).
Untuk wanita yang usianya sudah relatif lebih tua, perlu penanganan khusus untuk meningkatkan peluang hamil dengan optimal. Salah satunya adalah prosedur surrogate mother (ibu pengganti), di mana sel telur dan sperma dibuahkan dalam rahim wanita lain. Namun, hal ini masih belum legal di Indonesia dan bertentangan dengan nilai-nilai agama dan norma sosial.
dr Boyke berpesan agar sebelum melakukan egg freezing, diusahakan sel telur dalam kondisi yang sehat, memeriksakan berbagai macam kondisi hormonal, serta memastikan tidak ada infeksi tokso hingga rubella. @wara-e


