IndonesiaBuzz: Giritirto, Kebumen – Embung Giritirto yang dibangun dengan dana APBD pada tahun 2018 hingga saat ini masih mangkrak dan belum dapat difungsikan. Pembangunan embung ini, yang terletak di Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, mengalami kerusakan parah dan menyisakan retakan pada dindingnya.
Warga setempat merasa prihatin dengan kondisi embung yang terbengkalai ini. Terlihat banyak semak belukar yang menutupi pagar-pagar embung, memperparah kerusakan dan membuatnya tidak dapat dimanfaatkan. Embung ini seharusnya menjadi sumber air untuk kebutuhan pertanian warga, namun kenyataannya jauh dari harapan.
Maslam, seorang warga setempat, menyampaikan kekecewaannya, “Ya kita sangat menyayangkan Embung Giritirto sejak dibangun sampai saat ini belum bisa dipakai, padahal kebutuhan air untuk pertanian warga mengharapkan dari embung ini, tapi kenyataannya memang tidak bisa difungsikan.”
Kerusakan ini memberikan dampak serius terutama pada musim kemarau, dimana lahan pertanian kekurangan air sehingga banyak petani mengalami gagal panen. Maslam juga mengungkapkan bahwa warga pernah meminta bantuan BPBD untuk droping air, namun jumlahnya masih kurang mengingat banyaknya warga yang membutuhkan.
Kepala Desa Giritirto, Sugito, menjelaskan bahwa embung ini dibangun pada tahun 2018 dengan dana APBD, namun pembangunannya tidak selesai karena penyedia jasa tidak sanggup dan tidak dapat dibayarkan. Pembangunan dilanjutkan pada 2020 dan selesai pada tahun 2021, namun hingga saat ini embung belum dapat difungsikan.
“Embung ini belum diserahkan, tapi sekarang kondisinya sudah rusak,” ujar Sugito. Menurutnya, embung mengalami kerusakan saat hujan lebat setelah selesai dibangun pada tahun 2021. Meskipun sempat diperbaiki, hujan kembali menyebabkan beberapa bangunan longsor.
Tim ahli dari UGM pernah datang ke lokasi untuk meneliti penyebab kerusakan embung. Hasilnya, jika ingin membangun kembali embung, perlu dilakukan kajian ulang karena ada sumber mata air di bawah membran embung yang mencari celah setelah membran terisi air.
Warga Giritirto, yang mayoritas adalah petani, berharap agar embung ini segera diperbaiki dan dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsi awalnya, yaitu untuk pengairan lahan pertanian, pasokan air bersih, dan sebagai destinasi wisata.@cinde






