Sunday, July 12, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Humaniora Historia

21 September: Hari Perdamaian Dunia

Sejak 1981, PBB menetapkan 21 September sebagai momen global untuk menghentikan kekerasan dan meneguhkan perdamaian.

by Redaksi IndonesiaBuzz
September 21, 2025
Reading Time: 3 mins read
21 September: Hari Perdamaian Dunia

21 September: Dunia bersatu dalam satu suara, perdamaian. (Ilustrasi: IB)

IndonesiaBuzz: Historia – Setiap 21 September, dunia memperingati Hari Perdamaian Dunia atau International Day of Peace. Hari khusus ini ditetapkan oleh PBB sejak tahun 1981 agar perdamaian menjadi komitmen global.

Pada 30 November 1981, Majelis Umum PBB (UNGA) mengadopsi resolusi yang menyatakan bahwa hari pembukaan sidang umum tahunan akan didedikasikan untuk memperkuat cita-cita perdamaian.

Dua puluh tahun kemudian, pada 2001, UNGA kembali menetapkan 21 September sebagai momen tahunan tanpa kekerasan dan gencatan senjata secara global.

  1. 1981 – Penetapan Hari Perdamaian. UNGA memprakarsai Hari Perdamaian Internasional pertama kali pada tahun 1981, dengan tujuan memperkuat “cita-cita perdamaian” dalam sidang umum tahunan PBB.
  2. 2001 – Seruan Gencatan Senjata. Pada 2001, UNGA secara bulat menetapkan 21 September sebagai hari perdamaian tahunan dengan fokus pengamatan 24 jam tanpa kekerasan dan gencatan senjata. Resolusi tersebut mengajak semua pihak dunia untuk menghentikan kekerasan selama sehari penuh sebagai simbolik penghormatan terhadap perdamaian.

Tujuan dan Makna

Peringatan Hari Perdamaian Dunia bertujuan mendorong penghentian kekerasan dan memupuk perdamaian secara global. Majelis Umum PBB secara tegas menyatakan bahwa tanggal 21 September adalah hari yang “dikhususkan untuk memperkuat cita-cita perdamaian, dengan cara mengamati 24 jam tanpa kekerasan dan gencatan senjata”.

BeritaTerkait

Kraton Surakarta Gelar Kirab Malam Selikuran, Padukan Ritual, Budaya, dan Syiar Islam

Sadranan Kajoran Jadi Simbol Sinergi Warga dan Karaton Surakarta

Hari ini menjadi momen bagi umat manusia “mengutamakan perdamaian di atas perbedaan apa pun” dan berkontribusi membangun budaya damai. Lewat seruan PBB, warga dunia diajak bekerjasama mewujudkan gencatan senjata dan non-kekerasan secara menyeluruh.

Dengan semangat itulah Hari Perdamaian Internasional setiap tahun menyuarakan harapan agar konflik dihentikan dan pembangunan berkelanjutan yang adil terus didukung, karena “pembangunan berkelanjutan mendukung perdamaian”.

Peringatan Internasional

Hari Perdamaian Dunia diperingati dengan berbagai kegiatan simbolis dan edukatif di seluruh dunia. Di Markas Besar PBB di New York misalnya, Lonceng Perdamaian (Peace Bell) dibunyikan pada 21 September sebagai pengingat kolektif akan harga perdamaian.

Seremoni Peace Bell ini merupakan tradisi sejak lama: lonceng dari donasi Persatuan PBB di Jepang itu digetarkan setiap ekuinoks musim semi dan sekali lagi tepat pada Hari Perdamaian.

Selain itu, masyarakat di banyak negara menggelar aksi solidaritas dan damai di berbagai bidang. Sekolah, komunitas, dan organisasi kemasyarakatan mengadakan seminar, konser perdamaian, kampanye lisan-visual, bahkan pelepasan burung merpati sebagai lambang kedamaian.

Sebagai contoh, di Sudan Selatan, Hari Perdamaian Internasional diisi dengan diskusi panel yang menekankan pentingnya penyelesaian konflik dan penghormatan HAM, “seruan tegas bagi mitra perdamaian agar menghentikan konflik dan mempromosikan hak asasi manusia”.

Secara umum, Peringatan Hari Perdamaian Internasional selalu dirayakan tiap 21 September dengan kegiatan-kegiatan solidaritas di bidang pendidikan, seni, olahraga, kesehatan, lingkungan dan lainnya. Semua rangkaian perayaan ini dimaksudkan untuk memperkuat komitmen kolektif bahwa dunia membutuhkan lebih banyak perdamaian.

Pesan Tokoh Dunia

Sejumlah pemimpin dunia kerap menyampaikan pesan penting dalam Momentum ini. Sekretaris-Jenderal PBB António Guterres, misalnya, mengingatkan urgensi perdamaian dengan tegas: “Di mana ada damai, di situ ada harapan… Perdamaian tidak dapat ditunda lagi, tugas kita dimulai sekarang”.

Pernyataan António Guterres di atas menggarisbawahi bahwa saat konflik mengancam berbagai belahan dunia, setiap individu dan negara bertanggung jawab segera bertindak demi meraih perdamaian. Seruan Guterres senada dengan pesan PBB yang selama ini menekankan bahwa perdamaian adalah hak semua umat manusia dan memerlukan kerja sama lintas-batas.

Secara keseluruhan, Hari Perdamaian Dunia yang ditetapkan PBB sejak 1981 tersebut menjadi momen refleksi dan aksi. Peringatan ini tidak hanya mengenang sejarah penetapannya, tetapi terutama mendorong semua lapisan masyarakat untuk menyuarakan penghentian kekerasan dan memperkuat nilai-nilai perdamaian global.

“Perdamaian sangat dibutuhkan hari ini daripada sebelumnya,” kata Guterres, mengajak dunia mewujudkan harapan tadi menjadi kenyataan. @indonesiabuzz

Tags: Hari Perdamaian DuniaHistoriaInternational Day of PeacePBBsejarahSejarah Indonesia Hari Ini
Share220SendScan

Trending

Polri Limpahkan Tiga Perkara Korupsi ke Kejaksaan Agung, Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Beralih ke Kejagung
News

Polri Limpahkan Tiga Perkara Korupsi ke Kejaksaan Agung, Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Beralih ke Kejagung

2 hours ago
Diduga Gagal Saat Menyalip, Sepeda Motor Tabrak Bus di Baturetno, Satu Penumpang Terluka
Peristiwa

Diduga Gagal Saat Menyalip, Sepeda Motor Tabrak Bus di Baturetno, Satu Penumpang Terluka

2 hours ago
Komedian Temon Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung, Dunia Hiburan Kehilangan Sosok Penghibur Lintas Generasi
News

Komedian Temon Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung, Dunia Hiburan Kehilangan Sosok Penghibur Lintas Generasi

2 hours ago
Auto Draft
Halo Jatim

KAI Daop 7 Madiun Kenalkan Dunia Kereta Api Lewat Rail Academy

22 hours ago
Kortastipidkor Polri Tetapkan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU, Penyidikan Terus Dikembangkan
News

Kortastipidkor Polri Tetapkan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU, Penyidikan Terus Dikembangkan

22 hours ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

Polri Limpahkan Tiga Perkara Korupsi ke Kejaksaan Agung, Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Beralih ke Kejagung

Polri Limpahkan Tiga Perkara Korupsi ke Kejaksaan Agung, Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Beralih ke Kejagung

July 12, 2026
Diduga Gagal Saat Menyalip, Sepeda Motor Tabrak Bus di Baturetno, Satu Penumpang Terluka

Diduga Gagal Saat Menyalip, Sepeda Motor Tabrak Bus di Baturetno, Satu Penumpang Terluka

July 12, 2026

TERPOPULER

Niat Kuasai HP Temuan Berujung Pidana, Satreskrim Polres Ngawi Ungkap Kasus Penguasaan Barang Temuan

Hari Jadi ke-668, DPRD Ajak Masyarakat Jadikan Semangat “Ngawi Tumbuh, Berdaya, dan Berbudaya” sebagai Arah Pembangunan

Disambut Ribuan Suporter, Persinga Ngawi Rayakan Promosi ke Liga 3 dan Bidik Lompatan ke Liga 2

Cicak Jatuh di Samping Kita: Simbol Baik atau Buruk?

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In