IndonesiaBuzz: Ngawi, 17 Oktober 2026 – Kebakaran melanda rumah milik Warsito (63), warga Desa Setono, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026) siang. Kebakaran diduga dipicu sisa pembakaran sampah yang belum padam hingga api merembet ke kandang kambing dan dapur rumah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.15 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp 60 juta.
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran bermula saat Suyatmi (58), tetangga korban, membakar sampah di belakang kandang kambing sekitar pukul 09.00 WIB. Api sempat terlihat padam. Meski begitu, diduga masih ada bara yang tersisa.
Tiga jam kemudian, Suyatmi mendengar suara kambing dari kandang. Setelah memeriksa sumber suara, ia melihat api membakar kandang kambing dan mulai merembet ke bagian dapur rumah korban.
Melihat kejadian itu, Suyatmi segera meminta bantuan Nilam (39). Keduanya berupaya menyelamatkan perabotan rumah tangga sekaligus mencegah api meluas.
Warga bersama petugas kemudian berupaya memadamkan api. Mobil pemadam kebakaran dari Widodaren juga tiba di lokasi untuk menangani kebakaran tersebut.
Kepala Seksi Keselamatan Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi, Rochmat Angga, mengatakan kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang belum sepenuhnya padam.
“Berdasarkan dugaan sementara hasil penyelidikan di lokasi kejadian, api berasal dari sisa pembakaran sampah yang belum sepenuhnya padam. Jarak antara lokasi pembakaran sampah dengan kandang kambing yang berdekatan diduga membuat api merambat ke kandang, kemudian menjalar hingga bagian dapur dan rumah korban,” jelas Angga saat dikonfirmasi melalui telepon.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah. Terlebih, api yang terlihat padam belum tentu membuat seluruh bara benar-benar mati.
Karena itu, warga perlu memastikan api dan bara telah padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran. Hindari pula membakar sampah di dekat kandang ternak, dapur, atau bangunan yang mudah terbakar.
Hingga penanganan di lokasi dilakukan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran rumah tersebut diperkirakan mencapai Rp 60 juta. (Esaputra/Ngawi)







