IndonesiaBuzz: Padang, 11 Oktober 2026 – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/26) sejak pukul 12.20 WIB memicu banjir di sejumlah wilayah. Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah menjadi dua kawasan yang paling terdampak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat, puluhan kepala keluarga (KK) telah dievakuasi untuk menghindari risiko banjir yang meluas.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan banjir terparah terjadi di Kampung Guo dan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, serta kawasan Lumin Park di Lubuk Minturun dan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah.
Kuranji dan Koto Tangah Jadi Wilayah Terparah
Hendri menjelaskan, kedua kecamatan tersebut mengalami dampak banjir paling signifikan dibandingkan wilayah lainnya. Selain Kuranji dan Koto Tangah, genangan air juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Nanggalo, meskipun kondisinya tidak separah di Lubuk Minturun dan Dadok Tunggul Hitam.
“Kejadian banjir hari ini yang terdampak parah ada di dua kecamatan. Pertama di Kecamatan Kuranji, yaitu di Kampung Guo dan Lapau Munggu. Kedua di Kecamatan Koto Tangah, tepatnya di Lumin Park kawasan Lubuk Minturun dan Dadok Tunggul Hitam. Itu yang terparah,” ujar Hendri, Sabtu (10/10/26).
Berdasarkan pengamatan awal petugas di lapangan, banjir didominasi luapan air. Material yang terbawa arus juga tidak disertai endapan lumpur pekat maupun kayu-kayu tumbang.
BPBD Evakuasi Puluhan Kepala Keluarga
BPBD Kota Padang bersama tim gabungan melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir sejak sore hari. Berdasarkan laporan sementara, sekitar 40 KK dievakuasi dari kawasan Lubuk Minturun, sedangkan di Kecamatan Kuranji jumlahnya mencapai sekitar 50 KK.
Hendri mengatakan, proses evakuasi diprioritaskan untuk memindahkan warga dari lokasi terdampak menuju tempat aman terdekat. Langkah tersebut dilakukan guna mengurangi risiko terhadap keselamatan warga di tengah kondisi banjir.
“Sore hari ini sudah kita lakukan evakuasi. Hujan sudah reda, air mulai surut, dan alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya.
Hendri memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Setelah intensitas hujan menurun, kondisi di sejumlah lokasi terdampak juga berangsur membaik seiring mulai surutnya air.
Pendataan Kerusakan Masih Berlangsung
Hingga Sabtu sore, BPBD Kota Padang masih melakukan pendataan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan besaran kerugian akibat banjir. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan lanjutan bagi warga dan wilayah terdampak.
BPBD belum mendirikan tenda pengungsian terpusat. Untuk sementara, petugas masih memprioritaskan evakuasi warga dan penempatan mereka di area aman terdekat sebelum menentukan kebutuhan penanganan teknis berikutnya.
“Belum ada tenda pengungsian, saat ini kita evakuasi dulu warga ke area aman terdekat sebelum menentukan langkah penanganan teknis selanjutnya,” pungkas Hendri.
Meski hujan telah mereda dan air mulai surut, pemantauan serta pendataan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi warga dan dampak banjir di seluruh wilayah terdampak. @yudi





