IndonesiBuzz: Jakarta, 27 September 2026 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang dalam pecahan dolar Singapura (SGD) dan dolar Amerika Serikat (USD) saat menggeledah Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur. Temuan tersebut menjadi petunjuk baru bagi penyidik dalam mengusut dugaan suap pengurusan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, temuan uang dalam berbagai mata uang tersebut mengindikasikan adanya dugaan penerimaan tunai dalam bentuk valuta asing.
“Dalam temuan uang-uang tersebut di antaranya ada lembaran SGD dan USD. Temuan ini tentunya menjadi petunjuk bagi penyidik, bahwa ada penerimaan-penerimaan tunai dalam bentuk valas,” kata Budi dalam keterangannya, Minggu (27/9/26).
Namun, KPK belum mengungkap jumlah uang dalam pecahan SGD maupun USD yang ditemukan dalam penggeledahan tersebut.
Menurut Budi, penyidik akan menelusuri asal-usul uang, pihak yang menerima maupun menyerahkan, tujuan penerimaan, serta sejak kapan dugaan praktik tersebut berlangsung.
“Penyidik akan dalami penerimaan tersebut untuk apa, siapa, dari mana, dan tentunya sejak kapan praktik itu dilakukan,” ujarnya.
Pendalaman tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mengurai aliran uang sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
KPK Temukan Perhiasan Diduga Emas
Selain uang dalam valuta asing, penyidik KPK sebelumnya menemukan sejumlah perhiasan yang diduga berbahan emas dalam penggeledahan di Kanwil BPN Jawa Timur pada Kamis (24/9/2026).
Budi mengatakan, perhiasan tersebut diduga diperoleh dari uang yang dikumpulkan oleh oknum yang berkaitan dengan perkara.
“Dalam penggeledahan di Kanwil BPN Jatim, penyidik juga mengamankan beberapa perhiasan diduga emas, yang diduga diperoleh dari uang-uang yang dikumpulkan para oknum,” kata Budi, Sabtu (26/9/2026).
Nilai sementara perhiasan tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Kendati demikian, KPK masih melakukan analisis dan verifikasi untuk memastikan keaslian sekaligus nilai sebenarnya dari barang yang diamankan.
Penyidik juga akan mendalami alasan uang tersebut diduga dikonversikan menjadi perhiasan.
“Estimasi awal nilainya mencapai puluhan juta rupiah. Penyidik tentunya akan dalami maksud dan tujuan para oknum melakukan konversi uang ke dalam bentuk perhiasan tersebut,” jelas Budi.
Sita Dokumen hingga Uang Ratusan Juta
Penggeledahan di Kanwil BPN Jawa Timur juga menghasilkan sejumlah barang bukti lain. KPK menyita dokumen dan barang bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan suap pengurusan HGB.
“Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita beberapa dokumen dan barang bukti elektronik yang diduga terkait dengan perkara ini,” ungkap Budi.
Selain itu, penyidik menemukan uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang kemudian disita. KPK menduga uang tersebut berasal dari para pemohon layanan pertanahan di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
“Selain itu, penyidik juga menemukan uang senilai ratusan juta rupiah, yang kemudian dilakukan penyitaan,” kata Budi.
“Uang-uang tersebut diduga penerimaan dari para pemohon layanan pertanahan di lingkungan Kanwil BPN Jatim,” imbuhnya.
Penyidikan Masih Dikembangkan
Temuan uang dalam pecahan SGD dan USD, perhiasan, dokumen, barang bukti elektronik, serta uang tunai ratusan juta rupiah menambah rangkaian barang bukti yang diamankan KPK dalam perkara dugaan suap pengurusan HGB di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
KPK menyatakan pengungkapan berbagai temuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat proses penegakan hukum dalam perkara yang sedang berjalan. Lembaga antirasuah itu juga menilai hasil penyidikan dapat menjadi dasar untuk memperbaiki sistem pelayanan pertanahan guna mencegah praktik serupa kembali terjadi.
Budi menegaskan, perbaikan ke depan diharapkan dilakukan secara sistemik dan konkret dengan menyasar akar persoalan yang ditemukan dalam proses penyidikan.
Sementara itu, KPK masih mendalami asal-usul dan penggunaan uang serta barang-barang yang ditemukan dalam penggeledahan. Penelusuran tersebut akan menjadi bagian dari upaya penyidik mengungkap secara utuh dugaan aliran uang dalam perkara pengurusan HGB tersebut. @yudi







