IndonesiaBuzz: Wonogiri, 3 Desember 2025 – Pemerintah Kabupaten Wonogiri bersama sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meresmikan pembangunan sumur resapan di Desa Waleng, Kecamatan Girimarto, Wonogiri, Rabu (3/12/25). Program kolaboratif tersebut menjadi upaya nyata mengatasi persoalan lingkungan dan meningkatkan ketersediaan air bersih di wilayah yang selama ini dikenal tandus dan rawan kekeringan.
Peresmian dilakukan oleh Bupati Wonogiri bersama jajaran pimpinan BUMN terkait. Total terdapat 95 sumur resapan yang dibangun di enam desa di Kecamatan Girimarto melalui kerja sama PJT I, Perum Perhutani, PT Angkasa Pura Indonesia, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, dan Cabang Dinas Kehutanan XI.
Bupati Wonogiri Setyo menyampaikan bahwa keberadaan sumur resapan diharapkan memberikan dampak besar bagi masyarakat.
“Masyarakat kami ketersediaan airnya menjadi tinggi. Tadi diilustrasikan, tanaman buah ketika ada sumur resapan panennya lebih banyak,” ujarnya.
Setyo menyampaikan apresiasi atas dukungan BUMN dalam pembangunan sumur resapan di wilayahnya. Menurutnya, Wonogiri selama ini identik dengan lahan tandus dan kekurangan air bersih maupun irigasi. Kondisi tersebut tak lepas dari bentang alam bagian Gunung Sewu yang sulit menahan air.
Selain itu, Bupati menyinggung tingginya sedimentasi yang menjadi salah satu permasalahan serius di beberapa bendungan, termasuk Waduk Gajah Mungkur. DAS Keduwang tercatat sebagai penyumbang sedimentasi terbesar, mencapai 33% dari total sedimentasi waduk dan menyebabkan pendangkalan yang mempercepat penurunan kapasitas tampungan air.
“Pembangunan sumur resapan selain mengurangi limpasan air dan menurunkan potensi banjir, juga meningkatkan cadangan air tanah pada musim kemarau, termasuk suplai air bagi embung dan irigasi pertanian,” tegasnya.
Setyo berharap kolaborasi dan program penghijauan yang telah dilakukan memberi manfaat jangka panjang serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







