Monday, March 9, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Humaniora Budaya

Ritual Thondong: Tradisi Berjalan Kaki yang Dilakukan 32 Biksu Thailand Menuju Candi Borobudur

by Redaksi IndonesiaBuzz
May 17, 2023
Reading Time: 3 mins read
Ritual Thondong: Tradisi Berjalan Kaki yang Dilakukan 32 Biksu Thailand Menuju Candi Borobudur

Thondong adalah tradisi yang dilakukan para Biksu Buddha dari Thailand dan merupakan salah satu bentuk perayaan Hari Raya Waisak. (Ilustrasi: Istimewa)

Thondong, sebuah ritual keagamaan yang unik, telah menarik perhatian banyak orang di Indonesia. Ritual ini melibatkan para biksu yang berjalan kaki sejauh ribuan kilometer dari Thailand ke Candi Borobudur, salah satu situs keagamaan Buddha terbesar di dunia yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah.

Thondong adalah tradisi yang berasal dari Thailand dan merupakan salah satu bentuk perayaan Hari Raya Waisak, momen penting dalam agama Buddha yang diperingati sebagai kelahiran, pencerahan, dan meninggalnya Siddharta Gautama, Sang Buddha. Para biksu yang berpartisipasi dalam ritual ini melakukan perjalanan jauh dengan berjalan kaki, mengunjungi tempat-tempat suci sepanjang perjalanan mereka.

Ritual Thondong telah menjadi bagian dari warisan budaya Thailand selama berabad-abad. Namun, pada tahun ini, tradisi yang sama digelar pertama kalinya di Indonesia. Dengan kolaborasi antara para biksu dari Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia, Thondong menjadi peristiwa yang memperkuat hubungan keagamaan dan budaya antara negara-negara tersebut.

Perjalanan para biksu dimulai dari sebuah vihara di Provinsi Nakhon Si Thammarat, Thailand, pada akhir Maret. Mereka melakukan perjalanan melewati jalur yang panjang, menghadapi tantangan fisik dan mental yang besar. Melintasi perbatasan negara, melalui Malaysia, dan memasuki wilayah Singapura, para biksu menuju tujuan akhir mereka, Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

BeritaTerkait

KAI Daop 7 Madiun Cek Jalur Talun–Tulungagung Jelang Angkutan Lebaran 2026

BPKAD Kabupaten Madiun Gelar Pembinaan Pencegahan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa

Perjalanan ini bukanlah tugas yang mudah. Para biksu menghadapi medan yang beragam, cuaca yang tidak menentu, dan tantangan fisik yang menguras energi. Namun, semangat mereka yang tinggi, tekad yang kuat, dan keyakinan dalam agama Buddha menjadi pendorong utama untuk melanjutkan perjalanan mereka. Meskipun melelahkan, mereka tetap gigih melangkah dengan penuh keikhlasan.

Menparekraf, Sandiaga Uno, menyambut kedatangan para biksu ini dengan antusias. Ia melihat potensi besar dalam tradisi Thondong sebagai daya tarik wisata religi di Indonesia. Menurutnya, perjalanan para biksu ini memberikan inspirasi dan memperkaya keberagaman budaya serta spiritualitas di negeri ini.

Tradisi Thondong bukan hanya sekedar perjalanan fisik semata, tetapi juga sarana untuk mendalami ajaran Buddha dan merenungkan makna dari perjalanan spiritual ini. Selama perjalanan mereka, para biksu mengadakan meditasi, berdoa, dan memberikan ceramah tentang agama Buddha kepada masyarakat di sepanjang jalan. Mereka juga bertukar pengalaman dengan biksu dan umat Buddha di setiap tempat yang mereka singgahi.

Ritual Thondong membawa pesan perdamaian, persaudaraan, dan toleransi antarumat beragama. Melalui perjalanan mereka yang panjang dan penuh pengorbanan, para biksu ingin menginspirasi orang-orang untuk mencari kedamaian dalam diri mereka sendiri dan mempromosikan toleransi antaragama di masyarakat.

Selama perjalanan Thondong, para biksu juga menerima dukungan dan sambutan hangat dari masyarakat di sepanjang rute mereka. Banyak orang yang memberikan bantuan, memberikan makanan, minuman, dan tempat istirahat kepada para biksu yang lelah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya solidaritas dan gotong royong dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan yang mereka anut.

Menparekraf, Sandiaga Uno, mengungkapkan harapannya untuk mengembangkan ritual Thondong sebagai bagian integral dari pariwisata religi di Indonesia. Dia melihat potensi besar dalam tradisi ini untuk menarik wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara yang tertarik dengan aspek spiritual dan keagamaan.

Selain itu, Menparekraf juga mengajak masyarakat untuk mendoakan keselamatan dan kesehatan para biksu yang masih melanjutkan perjalanan mereka menuju Candi Borobudur. Doa-doa tersebut diharapkan dapat memberikan semangat dan perlindungan bagi para biksu yang sedang menghadapi perjalanan yang melelahkan dan penuh tantangan.

Ritual Thondong telah memberikan inspirasi bagi banyak orang tentang semangat keagamaan, ketekunan, dan kesederhanaan. Perjalanan ini tidak hanya menjadi peristiwa religius, tetapi juga sebuah perayaan keberagaman, persatuan, dan keindahan budaya yang ada di Asia Tenggara.

Dengan adanya Thondong, harapannya adalah tradisi ini dapat terus dilestarikan dan dijadikan sebagai sarana untuk memperkuat hubungan antarbangsa, menghormati nilai-nilai agama, serta menjaga warisan budaya yang berharga bagi generasi mendatang. @IndonesiaBuzz

Tags: Candi BorobudurPariwisataThailandWaisak
Share221SendScan

Trending

Dukung Swasembada Pangan, Polres Madiun Tanam Jagung Serentak di Desa Sareng
News

Dukung Swasembada Pangan, Polres Madiun Tanam Jagung Serentak di Desa Sareng

13 hours ago
Tadarus Budaya Ngawi, Puluhan Seniman Reog Ponorogo Unjuk Kebolehan
News

Tadarus Budaya Ngawi, Puluhan Seniman Reog Ponorogo Unjuk Kebolehan

13 hours ago
CSR Penebaran 1 Ton Ikan di Sungai Timang, Polres Wonogiri Kawal Program Pelestarian Lingkungan
News

CSR Penebaran 1 Ton Ikan di Sungai Timang, Polres Wonogiri Kawal Program Pelestarian Lingkungan

2 days ago
Oknum Satpol PP Kota Madiun Diduga Tipu Warga Rp150 Juta dengan Modus Janjikan Lolos PPI
News

Oknum Satpol PP Kota Madiun Diduga Tipu Warga Rp150 Juta dengan Modus Janjikan Lolos PPI

2 days ago
Polres Ngawi Gelar Pasar Murah, Upaya Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran
News

Polres Ngawi Gelar Pasar Murah, Upaya Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran

2 days ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

Dukung Swasembada Pangan, Polres Madiun Tanam Jagung Serentak di Desa Sareng

Dukung Swasembada Pangan, Polres Madiun Tanam Jagung Serentak di Desa Sareng

March 8, 2026
Tadarus Budaya Ngawi, Puluhan Seniman Reog Ponorogo Unjuk Kebolehan

Tadarus Budaya Ngawi, Puluhan Seniman Reog Ponorogo Unjuk Kebolehan

March 8, 2026

TERPOPULER

Satpol PP Ngawi Gerak Cepat Tindaklanjuti Aduan THM Buka Saat Ramadhan

Gasak Rp48 Juta dan Dua Motor, Residivis Ngawi Dibekuk di Kediri

Tadarus Budaya Ngawi, Puluhan Seniman Reog Ponorogo Unjuk Kebolehan

BPKAD Kabupaten Madiun Gelar Pembinaan Pencegahan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In