IndonesiaBuzz: Entertainment – Konsol gim PlayStation yang kini menjadi salah satu merek terbesar di industri hiburan digital ternyata lahir dari sebuah perselisihan antara dua raksasa teknologi. Pada awal 1990-an, Sony dan Nintendo sempat bekerja sama untuk mengembangkan perangkat konsol dengan dukungan teknologi CD-ROM.
Kesepakatan itu awalnya ditujukan untuk menciptakan versi baru Super Nintendo Entertainment System (SNES) dengan tambahan drive CD. Proyek tersebut dikenal sebagai “Play Station”, ditangani oleh divisi audio Sony yang dipimpin Ken Kutaragi.
Namun, kerja sama kedua perusahaan runtuh setelah Nintendo memutuskan beralih menggandeng Philips tanpa sepengetahuan Sony. Keputusan sepihak itu memicu ketegangan dan menjadi titik balik bagi Sony. Alih-alih menghentikan proyek, Sony memilih melanjutkan pengembangan konsol secara mandiri.
Langkah tersebut melahirkan PlayStation generasi pertama yang resmi dirilis pada 1994 di Jepang. Produk ini mencatat kesuksesan besar, dengan penjualan lebih dari 100 juta unit di seluruh dunia. Keberhasilan itu sekaligus menandai transformasi Sony menjadi pemain utama di industri gim global, bersaing ketat dengan Nintendo dan perusahaan lain.
Kini, PlayStation berkembang menjadi ekosistem besar yang mencakup perangkat konsol, layanan digital, hingga gim eksklusif. Semua itu berakar dari konflik bisnis di masa lalu yang justru membuka jalan bagi lahirnya salah satu merek hiburan paling berpengaruh di dunia. @eko-m







