IndonesiaBuzz : Madiun, 8 April 2026 – Gangguan perjalanan kereta api jarak jauh dari arah Jakarta berdampak pada keterlambatan sejumlah kedatangan di wilayah Daop 7 Madiun, menyusul insiden anjloknya KA 161 Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen. Meski demikian, operasional keberangkatan kereta dari wilayah ini dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal.
Peristiwa anjlokan terjadi pada Senin (6/4/2026) di KM 312+100 Bumiayu, wilayah Daop 5 Purwokerto. Dampaknya merambat hingga ke sejumlah stasiun di wilayah Jawa Timur, termasuk area kerja Daop 7 Madiun.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan tersebut.
Ia menegaskan bahwa perusahaan menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi penting untuk meningkatkan keandalan layanan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan sejumlah perjalanan KA yang berdampak kepada pelanggan. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan operasional serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Tohari.
KAI mencatat sedikitnya delapan perjalanan KA jarak jauh dari arah Jakarta mengalami keterlambatan dengan variasi waktu yang cukup signifikan.
KA Gayabaru relasi Pasar Senen–Surabaya Gubeng menjadi yang paling terdampak dengan keterlambatan mencapai 316 menit saat tiba di Mojokerto.
Selain itu, KA Bangunkarta relasi Pasar Senen–Jombang terlambat 136 menit, KA Brantas tujuan Blitar terlambat 63 menit, dan KA Brawijaya tujuan Malang mengalami keterlambatan hingga 168 menit saat tiba di Wlingi.
Keterlambatan juga terjadi pada KA Bima tujuan Surabaya Gubeng sebesar 127 menit, KA Majapahit tujuan Malang terlambat 125 menit di Kediri, KA Jayakarta tujuan Surabaya Gubeng terlambat 43 menit di Mojokerto, serta KA Gajayana tujuan Malang yang terlambat 95 menit saat tiba di Kertosono.
Di tengah gangguan tersebut, KAI memastikan seluruh perjalanan kereta api yang berangkat dari wilayah Daop 7 Madiun tetap berjalan normal tanpa perubahan jadwal. Sejumlah KA seperti Madiun Jaya, Bangunkarta, Brantas, Singasari, dan Kahuripan diberangkatkan tepat waktu dari stasiun asal masing-masing.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pengguna jasa, KAI juga telah menyalurkan kompensasi berupa service recovery kepada pelanggan yang terdampak keterlambatan, sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian pelanggan. Keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional perjalanan kereta api,” tutup Tohari. (@Arn/Hms)







