IndonesiaBuzz: Boyolali, 11 Oktober 2023 – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali mencatat penurunan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi selama enam bulan terakhir. Tidak ada laporan baru terkait PMK, namun, Disnakkan Boyolali masih perlu melakukan surveilans hingga 2030 untuk menyatakan diri bebas dari PMK.
PMK merebak di wilayah Soloraya sekitar pertengahan 2022, diikuti wabah lumpy skin disease (LSD) pada awal 2023. Kasus antraks juga terjadi di Soloraya, khususnya Wonogiri, setelah sebelumnya muncul di Gunungkidul, DIY.
Kepala Disnakkan Boyolali, Lusia Dyah Suciati menyatakan, penurunan kasus PMK di Boyolali selama enam bulan terakhir. Meskipun belum dapat mengklaim Boyolali bebas PMK, langkah-langkah pencegahan terus dilakukan, termasuk vaksinasi pada sapi baru lahir dan penanganan biosecurity di lapangan.
“Hingga saat ini, sudah ada 118.115 ekor sapi yang mendapatkan vaksin PMK di Boyolali. Tindakan pencegahan seperti kebersihan pasar dan pengetatan pemeriksaan lalu lintas hewan dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) juga masih dilakukan,” jelasnya, Selasa (10/10/2023).
Populasi sapi di Boyolali mengalami penurunan akibat wabah PMK, dengan jumlah sapi perah dan potong berkurang dari 207.160 ekor menjadi 161.111 ekor.
Dalam rangka memotivasi peternak, Disnakkan Boyolali menggelar Bulan Bakti Peternakan ke-187, sekaligus memperingati Hari Pangan Sedunia ke-43, dan Hari Ikan Nasional ke-10.
“Acara ini meliputi lomba ikan hias Channa dan Hari Rabies Sedunia dengan memberikan vaksin rabies gratis bagi kucing dan anjing,” imbuhnya.
Bupati Boyolali, M Said Hidayat memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut, berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Boyolali, terutama dalam meningkatkan ketahanan pangan di sektor peternakan dan perikanan.
“Semoga dapat memberikan dampak positif menjadi satu pendorong pada dunia peternakan di Kabupaten Boyolali,” harapnya. @indonesiabuzz







