IndonesiaBuzz : Magetan, 21 Juli 2025 – Pemerintah Kabupaten Magetan resmi mengukuhkan 235 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Senin (21/07/2025) di Pendopo Surya Graha Magetan.
Langkah ini menjadi bagian dari program nasional gagasan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan Asta Cita, yang berfokus pada pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan mulai dari desa.
Suasana acara pun semakin istimewa dengan hadirnya Bupati Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd., Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, Forkopimda, para kepala desa, lurah, serta pengurus dan pengawas koperasi dari seluruh wilayah.
Dalam sambutannya, Bupati Magetan menekankan pentingnya koperasi sebagai motor penggerak ekonomi yang langsung menyentuh masyarakat desa.
“Koperasi sangat relevan dan strategis dalam mewujudkan Asta Cita Presiden RI. Inisiasi ini sangat sejalan dengan upaya pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan dari tingkat bawah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti potensi besar yang dimiliki desa, seperti pertanian, peternakan, perikanan, kerajinan hingga pariwisata, yang bisa diberdayakan melalui koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Tak hanya sebagai tempat simpan pinjam, Bupati berharap koperasi Merah Putih dapat berkembang menjadi pusat distribusi barang subsidi yang lebih tepat sasaran.
“Koperasi ini nantinya bukan hanya untuk simpan pinjam, tapi bisa berkembang menjadi gerai yang menyuplai barang subsidi secara tepat waktu dan tepat guna,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak semua pihak menjadikan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat demi terwujudnya Magetan yang lebih maju dan berkelanjutan.
“Jadikan Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat, sehingga Magetan menjadi daerah yang nyaman, maju dan berkelanjutan. Ayo beroperasi, Koperasi Bangkit,” pungkasnya penuh semangat.
Sementara itu, Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan bahwa koperasi Merah Putih bukanlah koperasi biasa. Lebih dari itu, ia menjadi simbol nyata hadirnya negara hingga ke tingkat desa.
“Koperasi ini bukan koperasi biasa, tapi adalah simbol dari kehadiran Negara sampai dengan tingkat Desa dalam memberdayakan ekonomi rakyat,” tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi berbagai risiko sejak dini, seperti korupsi, manipulasi data, konflik internal hingga kegagalan usaha, agar koperasi dapat berjalan sehat dan tidak merugikan masyarakat.
“Pentingnya mitigasi risiko sejak awal. Risiko-risiko tersebut bisa terjadi jika tidak dicegah,” ujarnya.
Untuk itu, Kapolres menegaskan komitmen kepolisian dalam mengawal jalannya koperasi agar selalu berada di jalur yang benar.
“Hindari penyalahgunaan wewenang dalam kepengurusan koperasi. Polisi akan hadir untuk memastikan koperasi dikelola secara jujur dan transparan,” tutup AKBP Erik.
Sebagai puncak acara, pengukuhan koperasi Merah Putih ini juga dirangkaikan dengan peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Indonesia yang dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto melalui konferensi virtual.
Melalui sesi daring tersebut, Presiden dapat berdialog langsung dengan pemerintah desa di seluruh Nusantara, menyampaikan pesan dan arahan penting agar koperasi benar-benar menjadi pilar pemerataan ekonomi demi kemakmuran rakyat. (Arn/Hms)







