IndonesiaBuzz: Nganjuk, 2 Desember 2025 – Jembatan Kedungdowo di Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, ambruk pada Minggu (30/11/2025) sore dan membuat akses utama ribuan warga lumpuh total.
Infrastruktur penghubung desa itu runtuh setelah enam dari delapan tiang penyangga jembatan roboh akibat derasnya arus Sungai Widas yang meluap pascahujan intens.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sebanyak 1.400 kepala keluarga atau sekitar 5.200 penduduk kini harus menggunakan jalan alternatif sejauh lima kilometer untuk menuju pusat kota maupun wilayah sekitar.
Jembatan sepanjang 60 meter dengan lebar 3,5 meter itu diketahui telah mengalami kerusakan sejak 2024.
Pemdes Kedungdowo mengaku telah mengajukan laporan dan permohonan perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk sebelum kejadian, tetapi hingga jembatan putus total belum ada tindak lanjut yang dilakukan.
“Tiang jembatan putus 6 dari jumlah total 8 tiang,” ujar Kepala Desa Kedungdowo, Suprapto, Senin (1/12/2025).
Ia menyebut sejak pengecekan dilakukan, jembatan tersebut sudah dinyatakan membahayakan dan membutuhkan penanganan segera.
“Sebelum jembatan putis, kami telah melakukan pengecekan. Karena kondisinya dinilai membahayakan, kami melaporkan atau ajukan (perbaikan) ke pihak terkait,” tuturnya.
Ia menegaskan warga kini mengalami kesulitan mobilitas karena jalur vital menuju pusat kegiatan ekonomi terputus.
“Warga harus memutar sekitar 5 kilometer,” paparnya.
Sebagai langkah darurat, Pemerintah Desa telah memasang rambu peringatan dan garis pembatas di sekitar lokasi runtuhan untuk mencegah warga mendekat dan menghindari risiko kecelakaan.
Jembatan Kedungdowo juga tercatat pernah mengalami kerusakan pada sisi selatan sekitar tahun 2013 dan dilakukan perbaikan oleh Pemkab.
Masyarakat berharap pemerintah segera merespons dan mempercepat penanganan agar akses transportasi, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik tidak semakin terganggu. (Arn/Tim)







